Logo Header Antaranews Kepri

SKK Migas-KKKS beri bantuan 10 ton beras

Jumat, 15 Mei 2020 14:00 WIB
Image Print
Penyerahan bantuan secara simbolis yang diterima oleh Plt Gubernur Kepri Isdianto. (ANTARA/HO/Humas SKK Migas)
Haryanto mengatakan, bantuan sektor hulu migas di Provinsi Kepri telah dimulai sejak dilakukannya karantina dan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang dilaksanakan di Ranai, Natuna.

Batam (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah menyalurkan bantuan berupa 10 ton beras, 500 APD Hazmat dan 1.000 botol handsanitizer kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan yang diterima langsung oleh Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi dari sektor hulu migas di Provinsi Kepri dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, serta membantu masyarakat yang terdampak dari wabah ini.

“Kami berharap bantuan dari KKKS Medco EP Natuna Ltd, Premier Oil Natuna Sea BV dan Star Energy (Kakap) Ltd ini dapat bermanfaat dan mampu membantu masyarakat yang terdampak Covid-19," kata Pjs. Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Haryanto Syafri kepada ANTARA di Batam, Jumat.

Haryanto mengatakan, bantuan sektor hulu migas di Provinsi Kepri telah dimulai sejak dilakukannya karantina dan pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang dilaksanakan di Ranai, Natuna.

Saat itu, bantuan berupa masker diberikan oleh KKKS Medco EP Natuna Ltd dan Premier Oil Natuna Sea BV. Pasca bantuan tersebut, SKK Migas dan KKKS kata dia juga aktif memberikan bantuan masker dan handsanitizer serta bantuan lainnya kepada Pemkab Kepulauan Anambas.

"Doa kami agar pandemik ini segera berakhir dan operasional hulu migas berjalan dengan lancar, mengingat sektor hulu migas merupakan salah satu sumber keuangan di APBN maupun APBD," ucapnya.

SKK Migas dan KKKS di wilayah Kepri khususnya Matak Base juga memperketat akses dan melakukan pengecekan kesehatan pada pekerja dan pengunjung di wilayah operasi sebelum melakukan tugas.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026