Pemprov Kepri pangkas anggaran proyek Gurindam 12

id Pemangkasan anggaran

Pemprov Kepri pangkas anggaran proyek Gurindam 12

Gubernur Kepri Isdianto dan jajaran saat memantau pembangunan proyek Gurindam 12 di ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memangkas anggaran proyek strategis Gurindam 12 (G12) sebesar Rp59 miliar atau 12,12 persen dari nilai kontrak Rp487 miliar sehingga sejumlah kegiatan harus dikeluarkan dari kontrak kerja.

“Kegiatan G12 juga terkena refocussing anggaran sebesar Rp59 miliar, menyebabkan rencana kegiatan pembangunan proyek strategis tersebut belum akan tuntas sepenuhnya pada tahun ini,” ujar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek G12, Handoko, Rabu (29/7).

Dengan dipangkasnya sejumlah anggaran tersebut, kata dia, maka akan menyebabkan terjadinya perubahan kontrak atau adendum antara Pemprov Kepri dengan pihak kontraktor dan sebagian pekerjaan proyek prioritas strategis (major project) juga akan terkena imbasnya.

“Pekerjaan 'major project' yang terkena dampak adalah pembangunan sebagian jalan beton. Selain itu adalah pekerjaan landscap di zona 1b dan zona 2a,” jelas Handoko.

Menurut dia, untuk progres pekerjaan sampai saat ini adalah 76 persen. Dampak penundaan sejumlah kegiatan turut memengaruhi progres fisik pekerjaan di lapangan. Kemudian untuk keuangan progresnya sudah pada angka 68 persen.

“Jika dihitung dari nilai kontrak sebesar Rp487 miliar, kita sudah membayar ke pihak kontraktor sebesar Rp331 miliar,” jelasnya.

Dikatakannya, pekerjaan-pekerjaan utama yang sedang berlangsung sekarang ini adalah penimbungan causeway yang akan menghubungkan Jembatan G12 dengan Jalan Usman Harun atau Teluk Keriting, Tanjungpinang. Selain itu, adalah pekerjaan di zona 2a juga sedang berlangsung.

“Sekarang ini kita fokus pada major project G12. Karena kegiatan yang sudah ditetapkan, pekerjaannya akan ditunda lewat APBD TA 2021 mendatang,” tutur Handoko.

Proyek G12 yang merupakan kegiatan tahun jamak Pemprov Kepri dengan Pagu Anggaran senilai Rp514 miliar tersebut sudah dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu oleh PT. Guna Karya Nusantara selaku kontraktor.

Kegiatan yang dirancang untuk mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang ini ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang.

Proyek strategis tersebut adalah bagian dari jalan lingkar yang akan menghubungkan sampai ke Kabupaten Bintan.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar