Warga Kepri diimbau tidak membuat kerumunan saat Maulud Nabi

id Maulid Nabi

Warga Kepri  diimbau  tidak membuat kerumunan saat Maulud Nabi

Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah mengimbau masyarakat yang merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak membuat kerumunan massa dalam jumlah besar untuk mengantispasi lonjakan kasus COVID-19.

"Kalau pun buat acara, peserta harus dibatasi. Protokol kesehatan diperketat, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," kata Arif Fadillah di Tanjungpinang, Rabu.

Arif menyampaikan imbauan tersebut karena dalam sepekan terakhir kasus COVID-19 di Provinsi Kepri naik signifikan, terutama di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.

Dia tidak ingin peringatan Maulid Nabi justru menimbulkan klaster baru karena dipicu kerumunan.

Dikatakannya, faktor kerumunan paling beresiko menularkan COVID-19.

"Jadi, ibadah harus seimbang dengan kesehatan," tutur Arif.

Sekdaprov Kepri itu pun menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi sangat baik bagi umat islam untuk mengenang perjalanan Rasullullah semasa hidup.

Dia pun mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Maulid Nabi untuk berdoa agar wabah COVID-19 segera hilang dari bumi Indonesia, khususnya Provinsi Kepri.

"Pemprov Kepri sendiri tidak membuat acara peringatan Maulid Nabi. Hanya doa selamat supaya kita semua terhindar dari COVID-19," demikian Arif.

#satgascovid-19
#ingatpesanibu
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar