Batam (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menghadirkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sebagai upaya pencegahan kekerdilan di Kota Batam Kepulauan Riau.

"Dengan adanya dapur sehat ini setidaknya masyarakat bisa memanfaatkan yang ada di lingkungan mereka masing-masing, seperti buah-buahan, ikan juga banyak itu menjadi salah satu langkah antisipasi 'stunting'," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina di Batam, Senin.

Rohina menjelaskan, DASHAT merupakan upaya memanfaatkan potensi pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi, serta kekinian melalui kegiatan teori dan praktek pengolahan pangan oleh para ahli gizi ahli kuliner lokal.

Baca juga:
Persib Bandung jalani laga persahabatan lawan Tim Singapura di Batam

Bakamla evakuasi 20 kontainer dari kapal yang karam di Selat Malaka


"Banyak yang beranggapan kalau makanan mahal itu bagus. Tapi belum tentu. Jadi kebutuhan gizi itu bisa dipenuhi dengan fasilitas lokal yang ada di sekeliling kita jadi tidak perlu impor," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, permasalahan kekerdilan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat di daerah setempat untuk pencegahnya.

"Ini tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita bersama-sama untuk mencegah ini," kata Amsakar.

Berdasarkan hasil data dari aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), Amsakar menjelaskan untuk tahun 2022 angka kekerdilan di Batam 3,38 persen. Sementara di tahun 2021 6,02 persen.

"Kami sudah menginput data e-PPGBM, yang diinput oleh masing-masing kepala puskesmas, kader posyandu melalui data elektronik, angka kita 2022 ini hanya 3,38 persen dan angka di 2021 6,02 persen," ujar dia.

Baca juga:
Bawaslu: Parpol jangan asal comot anggota


Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2024