Pakar: Centaurus subvarian baru COVID-19 ditemukan di India
Senin, 11 Juli 2022 19:24 WIB
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama. (ANTARA/HO-YARSI).
Jakarta (ANTARA) - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama melaporkan temuan terbaru jenis subvarian BA.2.75 di India yang oleh sebagian pihak disebut sebagai Centaurus.
Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, Tjandra yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, mengatakan saat ini otoritas kesehatan di India kembali melaporkan subvarian baru BA.2.75.
"Sebagian pihak menyebut BA.2.75 sebagai Centaurus, tentu belum nama resmi," katanya.
Indian SARS-CoV-2 Consortium on Genomics (Insacog) sebagai badan otoritas ilmiah berupa konsorsium genomik di India melaporkan bahwa di wilayah setempat sedang didominasi varian BA.2.
Dia mengatakan BA.4 dan BA.5 di India hanya ditemukan kurang dari 10 persen sampel dari pasien yang terpapar SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sedangkan BA.2.38 mencapai 30 persen hasil pemeriksaan sampel.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, mengatakan sejauh ini belum ada kepastian tentang karakter penularan BA.2.75, pun berat ringannya gejala hingga kemungkinan menghindar dari sistem imun seseorang.
"Hanya sejak dari India, maka kini kasus itu sudah menyebar ke 10 negara, penyebaran yang cukup cepat yang mengingatkan kita seperti varian Delta yang lalu," ujarnya.
Data sementara yang dikumpulkan Tjandra menunjukkan terdapat sedikitnya delapan mutasi tambahan BA.5 pada varian Centaurus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Subvarian baru Centaurus ditemukan di India
Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, Tjandra yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, mengatakan saat ini otoritas kesehatan di India kembali melaporkan subvarian baru BA.2.75.
"Sebagian pihak menyebut BA.2.75 sebagai Centaurus, tentu belum nama resmi," katanya.
Indian SARS-CoV-2 Consortium on Genomics (Insacog) sebagai badan otoritas ilmiah berupa konsorsium genomik di India melaporkan bahwa di wilayah setempat sedang didominasi varian BA.2.
Dia mengatakan BA.4 dan BA.5 di India hanya ditemukan kurang dari 10 persen sampel dari pasien yang terpapar SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sedangkan BA.2.38 mencapai 30 persen hasil pemeriksaan sampel.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, mengatakan sejauh ini belum ada kepastian tentang karakter penularan BA.2.75, pun berat ringannya gejala hingga kemungkinan menghindar dari sistem imun seseorang.
"Hanya sejak dari India, maka kini kasus itu sudah menyebar ke 10 negara, penyebaran yang cukup cepat yang mengingatkan kita seperti varian Delta yang lalu," ujarnya.
Data sementara yang dikumpulkan Tjandra menunjukkan terdapat sedikitnya delapan mutasi tambahan BA.5 pada varian Centaurus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Subvarian baru Centaurus ditemukan di India
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bandara Hang Nadim Batam tambah rute baru penerbangan internasional Batam-Kuala Lumpur
14 March 2026 13:39 WIB
Perkuat struktur organisasi, Menko Airlangga lantik tiga deputi baru BP Batam
13 March 2026 16:23 WIB
Sambut Lebaran, Kemensos berikan baju baru untuk siswa Sekolah Rakyat 32 Natuna
08 March 2026 7:10 WIB
Pelni Batam prediksi puncak arus mudik tujuan Belawan terjadi pada 16 dan 19 Maret
06 March 2026 11:45 WIB
Lantik pejabat fungsional perancang dan 34 notaris baru, Kakanwil Kemenkum Kepri tekankan integritas dan kepastian hukum
02 March 2026 22:58 WIB
Pemkot Batam cek NIB para pelaku UMKM baru di lokasi Bazar Ramadhan 1447 H
28 February 2026 12:55 WIB
Pembunuh istri di Tanjungpinang ternyata residivis kasus pembunuhan yang baru bebas
27 February 2026 10:43 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
OJK Kepri beri edukasi waspada pinjol ilegal ke pekerja di kawasan industri Batam
14 March 2026 14:20 WIB