Tips memilih oli mesin sepeda motor
Kamis, 1 September 2022 10:09 WIB
Ilustrasi seseorang menuangkan oli ke dalam mesin mobil. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA) - Mengganti oli untuk sepeda motor tentu harus dilakukan secara rutin oleh setiap pemilik agar kondisi tetap prima. Namun, ada spesifikasi oli mesin untuk setiap jenis sepeda motor yang harus diketahui.
Pemilik tidak bisa asal pilih oli sepeda motor. Merujuk pada rilis pers Pertamina Lubricants, Kamis, cara paling mudah adalah membaca buku panduan kendaraan. Penetapan tersebut erat kaitannya dengan kecocokan terhadap mesin motor.
Berkaca kepada kebutuhan oli pada buku panduan tadi, idealnya muncul kode-kode semisal SAE 10W-30 atau 10W-40. SAE merupakan kependekan dari Society of Automotive Engineer atau umum dikenal sebagai standard tingkat kekentalan sebuah oli.
Angka setelah huruf SAE atau angka yang ada kode W menggambarkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Sedangkan angka paling belakang adalah tingkat kekentalan ketika mesin dalam kondisi bekerja atau pada suhu panas. Oli yang memiliki konfigurasi seperti SAE 10W-30 atau 10W-40 disebut sebagai oli multigrade.
"Jadi, semakin besar angkanya maka semakin kental olinya. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil angka maka oli lebih encer," ucap Technical Specialist PT. Pertamina Lubricants (PTPL) Brahma Putra Mahayana.
Apabila menginginkan kendaraan hemat bahan bakar, maka pemilik dapat menggunakan oli dengan tingkat keenceran rendah (oli encer). Contohnya bisa ditemukan pada Enduro Matic 10W-30.
Oli tersebut cocok digunakan oleh sepeda motor matic seperti Honda Beat, Genio, Scoopy, Vario 125 dan lainnya.
Sebaliknya, untuk sepeda motor matic dengan kapasitas mesin lebih besar membutuhkan perlindungan yang lebih terhadap beban dan keausan, sehingga umumnya menggunakan oli lebih kental.
Oli tersebut dinilai cocok dipakai oleh motor matic 150 cc seperti Yamaha NMax, Vario 160, Vespa Sprint 150, hingga sepeda motor matic berkapasitas mesin 250 cc.
Kode API berfungsi sebagai penentu spesifikasi oli yang dibuat oleh American Petroleum Institute.
Setiap mesin berbahan bakar bensin memiliki kode API dengan huruf depan “S”. Setelah kode “S” terdapat huruf kedua sesuai abjad di belakang huruf pertama tersebut.
Huruf kedua yang terdapat pada kode API menunjukkan tingkatan mutu oli (kode huruf alfabetis).
Lebih lanjut, agar dapat mengetahui mana oli yang tepat sesuai dengan jenis motor yang dimiliki, perhatikan kode JASO yang terdapat pada kemasan oli motor.
Ada dua klasifikasi JASO, yakni JASO MA dan JASO MB.
Oli dengan kode JASO MA ditujukan untuk pengguna sepeda motor dengan kopling basah, sehingga kampas dan gigi yang terdapat di plat kopling tidak mudah selip.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ini hal yang harus diperhatikan saat memilih oli mesin sepeda motor
Pemilik tidak bisa asal pilih oli sepeda motor. Merujuk pada rilis pers Pertamina Lubricants, Kamis, cara paling mudah adalah membaca buku panduan kendaraan. Penetapan tersebut erat kaitannya dengan kecocokan terhadap mesin motor.
Berkaca kepada kebutuhan oli pada buku panduan tadi, idealnya muncul kode-kode semisal SAE 10W-30 atau 10W-40. SAE merupakan kependekan dari Society of Automotive Engineer atau umum dikenal sebagai standard tingkat kekentalan sebuah oli.
Angka setelah huruf SAE atau angka yang ada kode W menggambarkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Sedangkan angka paling belakang adalah tingkat kekentalan ketika mesin dalam kondisi bekerja atau pada suhu panas. Oli yang memiliki konfigurasi seperti SAE 10W-30 atau 10W-40 disebut sebagai oli multigrade.
"Jadi, semakin besar angkanya maka semakin kental olinya. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil angka maka oli lebih encer," ucap Technical Specialist PT. Pertamina Lubricants (PTPL) Brahma Putra Mahayana.
Apabila menginginkan kendaraan hemat bahan bakar, maka pemilik dapat menggunakan oli dengan tingkat keenceran rendah (oli encer). Contohnya bisa ditemukan pada Enduro Matic 10W-30.
Oli tersebut cocok digunakan oleh sepeda motor matic seperti Honda Beat, Genio, Scoopy, Vario 125 dan lainnya.
Sebaliknya, untuk sepeda motor matic dengan kapasitas mesin lebih besar membutuhkan perlindungan yang lebih terhadap beban dan keausan, sehingga umumnya menggunakan oli lebih kental.
Oli tersebut dinilai cocok dipakai oleh motor matic 150 cc seperti Yamaha NMax, Vario 160, Vespa Sprint 150, hingga sepeda motor matic berkapasitas mesin 250 cc.
Kode API berfungsi sebagai penentu spesifikasi oli yang dibuat oleh American Petroleum Institute.
Setiap mesin berbahan bakar bensin memiliki kode API dengan huruf depan “S”. Setelah kode “S” terdapat huruf kedua sesuai abjad di belakang huruf pertama tersebut.
Huruf kedua yang terdapat pada kode API menunjukkan tingkatan mutu oli (kode huruf alfabetis).
Lebih lanjut, agar dapat mengetahui mana oli yang tepat sesuai dengan jenis motor yang dimiliki, perhatikan kode JASO yang terdapat pada kemasan oli motor.
Ada dua klasifikasi JASO, yakni JASO MA dan JASO MB.
Oli dengan kode JASO MA ditujukan untuk pengguna sepeda motor dengan kopling basah, sehingga kampas dan gigi yang terdapat di plat kopling tidak mudah selip.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ini hal yang harus diperhatikan saat memilih oli mesin sepeda motor
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSOP Batam pastikan MV Oceanna 1 laik laut sebelum mati mesin di tengah laut
26 November 2025 9:42 WIB
KEF 2025, Hilirisasi perikanan bisa jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Kepri
04 November 2025 15:47 WIB
KPK sebut duga pengadaan sekitar 23.000 mesin EDC kasus dugaan korupsi SPBU
30 October 2025 12:11 WIB
Pelni Tanjungpinang sebut mesin rusak, KM Sabuk Nusantara 48 batal berlayar
19 August 2025 15:09 WIB
KPK cegah 13 orang ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi mesin EDC tahun 2020-2024
30 June 2025 16:28 WIB