Aksi unjuk rasa Save Gubernur Papua Lukas Enembe berjalan kondusif
Selasa, 20 September 2022 20:33 WIB
Personil TNi-Polri melakukan penyekatan aksi masa di Distrik Heram, Waeana, Kota Jayapura (ANTARA/Ardiles Leloltery)
Jayapura (ANTARA) - Aksi unjuk rasa Save Gubernur Papua Lukas Enembe yang dilakukan Koalisi Rakyat Papua di Kota Jayapura, Selasa, berlangsung relatif kondusif, berjalan dengan aman dan damai.
Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat mengatakan aparat keamanan melakukan penyekatan masa di beberapa titik antara lain Waena, Distrik Heram dan Dok V, Distrik Jayapura Utara.
"Karena anggota kami menemukan senjata tajam dan demonstran ingin melakukan konvoi," katanya.
Dia menjelaskan sejumlah toko di Kota Jayapura sempat ditutup namun arus lalu lintas di wilayah itu lenggang.
Dalam aksi demo Save Gubernur Papua Lukas Enembe demonstran meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status tersangka Lukas Enembe dalam dugaan gratifikasi sebesar Rp1 miliar.
Koordinator aksi demonstrasi Otniel Deda mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Papua atas kriminalisasi Gubernur Papua.
Dalam aksi tersebut Otniel Deda menyerahkan sikap yang diterima oleh Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda.
Sebanyak 2. 000 personil TNI-Polri diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi di Kota Jayapura.
Sebelumnya dalam keterangan terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi menyusul tersangka Ricky Ham Pagawak Bupati Mamberamo Tengah merupakan upaya hukum KPK menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Penepatan tersangka Ricky Ham Pagawak Bupati Mamberamo Tengah dan juga Gubernur Lukas Enembe, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan berbagai informasi yang diterima oleh KPK," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK di Jakarta, Rabu (14/9) lalu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aksi demo Save Gubernur Papua Lukas Enembe berjalan kondusif
Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat mengatakan aparat keamanan melakukan penyekatan masa di beberapa titik antara lain Waena, Distrik Heram dan Dok V, Distrik Jayapura Utara.
"Karena anggota kami menemukan senjata tajam dan demonstran ingin melakukan konvoi," katanya.
Dia menjelaskan sejumlah toko di Kota Jayapura sempat ditutup namun arus lalu lintas di wilayah itu lenggang.
Dalam aksi demo Save Gubernur Papua Lukas Enembe demonstran meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status tersangka Lukas Enembe dalam dugaan gratifikasi sebesar Rp1 miliar.
Koordinator aksi demonstrasi Otniel Deda mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Papua atas kriminalisasi Gubernur Papua.
Dalam aksi tersebut Otniel Deda menyerahkan sikap yang diterima oleh Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda.
Sebanyak 2. 000 personil TNI-Polri diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi di Kota Jayapura.
Sebelumnya dalam keterangan terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi menyusul tersangka Ricky Ham Pagawak Bupati Mamberamo Tengah merupakan upaya hukum KPK menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Penepatan tersangka Ricky Ham Pagawak Bupati Mamberamo Tengah dan juga Gubernur Lukas Enembe, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan berbagai informasi yang diterima oleh KPK," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK di Jakarta, Rabu (14/9) lalu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aksi demo Save Gubernur Papua Lukas Enembe berjalan kondusif
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menlu Iran sebut demonstrasi berakhir, bantah rencana eksekusi pengunjuk rasa
15 January 2026 10:25 WIB
Polresta Barelang latih profesionalisme personel dalam pengendalian massa
07 September 2025 9:17 WIB
Ratusan mahasiswa lanjutkan unjuk rasa di depan gedung DPR, desak tuntutan 17+8 yang diajukan
05 September 2025 16:00 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB