Persediaan ikan di Natuna berkurang selama gelombang tinggi
Minggu, 16 Oktober 2022 18:18 WIB
Salah satu pedagang ikan saat membersihkan meja dagangan di pasar ikan Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (15/10/2022). ANTARA/Cherman
Natuna (ANTARA) - Persediaan ikan di pasar Ranai Kabupaten Natuna Kepulauan Riau berkurang selama terjadi perubahan cuaca yang mengakibatkan gelombang tinggi.
"Sudah seminggu ini persediaan ikan di pasaran terus berkurang," kata Sukrianto pedangang ikan di pasar Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Minggu.
Tidak seperti biasanya Pasar Ikan Ranai terlihat sepi pedagang, hanya beberapa terlihat menjual jenis ikan tertentu saja.
"Yang lain tidak berjulalan karena tidak kebagian ikan untuk dijual. Sebab tangkapan nelayan berkurang akibat cuaca ekstrim," kata dia.
Kurangnya pasokan ikan membuat harga ikan naik seperti jenis ikan karang yang biasanya dijual Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu.
"Sudah naik, ikannya bukan dari sini, dari Kecamatan lain. Setiap tahun seperti ini, sudah biasa," ungkapnya.
Sementara itu Fredy nelayan Pering menyebut saat ini nelayan di wilayah itu belum berani melaut karena gelombang tinggi mencapai empat meter disertai hujan petir dan angin kencang.
"Ini ramai (nelayan pering) di pelabuhan nelayan lagi ngumpul, tidak melaut," jelasnya.
"Sudah seminggu ini persediaan ikan di pasaran terus berkurang," kata Sukrianto pedangang ikan di pasar Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Minggu.
Tidak seperti biasanya Pasar Ikan Ranai terlihat sepi pedagang, hanya beberapa terlihat menjual jenis ikan tertentu saja.
"Yang lain tidak berjulalan karena tidak kebagian ikan untuk dijual. Sebab tangkapan nelayan berkurang akibat cuaca ekstrim," kata dia.
Kurangnya pasokan ikan membuat harga ikan naik seperti jenis ikan karang yang biasanya dijual Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu.
"Sudah naik, ikannya bukan dari sini, dari Kecamatan lain. Setiap tahun seperti ini, sudah biasa," ungkapnya.
Sementara itu Fredy nelayan Pering menyebut saat ini nelayan di wilayah itu belum berani melaut karena gelombang tinggi mencapai empat meter disertai hujan petir dan angin kencang.
"Ini ramai (nelayan pering) di pelabuhan nelayan lagi ngumpul, tidak melaut," jelasnya.
Pewarta : Cherman
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Natuna kampanye perlindungan bumi sambut hari lingkungan hidup sedunia
05 June 2026 10:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB