Tanjungpinang (ANTARA News) - PT Bintan Resort Cakrawala bersama masyarakat Desa Segiling, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau berusaha menyelamatkan penyu dari kepunahan dengan cara menangkarkan telur penyu yang terdapat di pantai utara Pulau Bintan.
   
"Penangkaran telur penyu bersama masyarakat dilakukan untuk menghindari ancaman dari pemangsa yang bertujuan untuk konservasi hayati dan menjaga ekosistem laut," kata Asisten General Manager untuk Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana yang dihubungi, Minggu, 29 Agustus 2010.
   
Aditya mengatakan, masyarakat Desa Segiling terutama yang tinggal di pesisir pantai kawasan wisata Lagoi, sejak 2005 telah mendapatkan pembinaan mengenai konservasi penyu dan ekosistem laut, terutama diberikan kepada siswa SD sampai SMA yang diharapkan menularkan pengetahuannya kepada orang tua dirumah.
   
"Dari 2009 masyarakat Desa Segiling mulai aktif menyelamatkan telur-telur penyu yang ada di pesisir pantai dengan cara ditangkarkan 50 sampai 60 hari sebelum menetas dengan arahan pihak BRC," katanya.
   
Menurut dia, sejak 2009 sampai Agustus 2010 telah berhasil ditangkarkan ratusan butir telur penyu, sebagian berhasil menetas dan dilepas ke laut lepas sebanyak 279 ekor tukik (anak penyu) jenis sisik.
   
"Terakhi kami melepas tukik hasil penangkaran warga Desa Segiling pada Kamis (26/8) sebanyak 75 ekor, sebelumnya pada Minggu (15/8) ada sebanyak 66 tukik yang berhasil menuju laut lepas," ujarnya.
   
Selain itu, menurut dia kerjasama yang dijalin BRC dengan masyarakat juga dalam bentuk forum diskusi untuk membahas upaya-upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk menambah populasi penyu di Bintan.
   
"Kerjasama dengan masyarakat Segiling akan terus kami bina untuk mendapatkan hasil yang lebih baik demi kelangsungan hidup penyu, ekosistem laut Bintan Utara agar mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Segiling khususnya," harap Aditya. (HW/Btm1)