PPNS-Pelindo ciptakan alat pemantau K3
Selasa, 27 Desember 2022 11:06 WIB
Uji coba alat pemantau keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja, bernama Rekacipta Smart Multi-Measurement Device di Kota Surabaya, Selasa (28/12/2022). (ANTARA/HO-Pelindo)
Surabaya (ANTARA) - Kolaborasi antara Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menghasilkan alat pemantau keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kerja, bernama Rekacipta Smart Multi-Measurement Device.
Direktur PPNS Eko Julianto di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, mengatakan, alat itu untuk mengukur tingkat kesehatan lingkungan kerja yang mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 tahun 2018. Perangkat pengukuran lingkungan kerja yang dihasilkan tersebut berbasis internet dan website, sehingga data yang disajikan merupakan hasil pengukuran terbaru (real time).
"Kolaborasi tercipta melalui program Matching Fund Vokasi 2022, dan ini dilengkapi enam alat ukur yakni alat ukur intensitas cahaya (Lux Meter), alat ukur kebisingan (Sound Level Meter), alat pendeteksi gas (Gas Detector), alat ukur kadar debu (Dust Collector), alat pengukur suhu, kelembaban dan kecepatan angin (Sistem Monitoring Iklim Kerja) dan alat ukur getaran (Hand-Arm Vibration)," kata Eko.
Sedangkan penggunaan perangkat berbasis internet dan website, kata dia, akan memudahkan pemantauan lingkungan kerja SPTP yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan perangkat itu akan memudahkan SPTP dalam memantau lingkungan kerja dengan cepat sehingga dapat segera dilakukan perbaikan jika dibutuhkan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sinergi Politenik Perkapalan Surabaya-Pelindo hasilkan alat pantau K3
Direktur PPNS Eko Julianto di Surabaya, Jawa Timur, Selasa, mengatakan, alat itu untuk mengukur tingkat kesehatan lingkungan kerja yang mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 tahun 2018. Perangkat pengukuran lingkungan kerja yang dihasilkan tersebut berbasis internet dan website, sehingga data yang disajikan merupakan hasil pengukuran terbaru (real time).
"Kolaborasi tercipta melalui program Matching Fund Vokasi 2022, dan ini dilengkapi enam alat ukur yakni alat ukur intensitas cahaya (Lux Meter), alat ukur kebisingan (Sound Level Meter), alat pendeteksi gas (Gas Detector), alat ukur kadar debu (Dust Collector), alat pengukur suhu, kelembaban dan kecepatan angin (Sistem Monitoring Iklim Kerja) dan alat ukur getaran (Hand-Arm Vibration)," kata Eko.
Sedangkan penggunaan perangkat berbasis internet dan website, kata dia, akan memudahkan pemantauan lingkungan kerja SPTP yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan perangkat itu akan memudahkan SPTP dalam memantau lingkungan kerja dengan cepat sehingga dapat segera dilakukan perbaikan jika dibutuhkan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sinergi Politenik Perkapalan Surabaya-Pelindo hasilkan alat pantau K3
Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel dan Politeknik Negeri Batam kerja sama strategis dorong pengembangan SDM di era digital
16 October 2025 11:12 WIB
Politeknik Batam salurkan 90 teknisi pesawat tiap tahun untuk kebutuhan MRO
09 January 2025 17:57 WIB, 2025
Lapas Kelas IIA Batam, latih warga binaan keterampilan barista dan bartender
12 October 2024 18:41 WIB, 2024
Enam anak asli Natuna lulus di perguruan tinggi kedinasan Indonesia
25 September 2024 18:46 WIB, 2024
Puluhan mahasiswa PNJ ikuti pelatihan jurnalistik di Antara Heritage Center
10 August 2024 10:44 WIB, 2024