Masyarakat Tionghoa Pulau Bintan berburu ikan dingkis
Minggu, 22 Januari 2023 13:00 WIB
Salah seorang pedagang ikan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau membela perut ikan dingkis untuk menunjukkan ikan tersebut telah bertelur.ANTARA/Nikolas Panama
Tanjungpinang (ANTARA) - Masyarakat etnis Tionghoa di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan), Provinsi Kepulauan Riau berburu ikan dingkis untuk dihidangkan saat Imlek.
Tokoh etnis Tionghoa Tanjungpinang, Reni, di Tanjungpinang, Ahad, mengatakan, mengonsumsi ikan dingkis saat Imlek merupakan tradisi tahunan yang hanya ada di Kepri.
"Kenapa demikian ? Karena ikan dingkis yang bertelur saat Imlek hanya ada di Kepri, di provinsi lainnya tidak ada," ucap anggota DPRD Tanjungpinang itu.
Karena itu, warga etnis Tionghoa percaya ikan dingkis membawa keberuntungan. Harga ikan dingkis yang memiliki telur pun cukup tinggi karena jumlahnya terbatas.
Baca juga:
Menjaring cuan dari ikan dingkis jelang Imlek
Gubernur Ansar ajak warga rayakan Imlek 2574 secara sederhana
Sejak H-2 Imlek sampai sekarang harga ikan dingkis yang dijual pedagang sekitar Rp200.000. Bahkan pedagang dapat mematok harga sampai Rp300.000 bila persediaan terbatas.
"Saya sejak semalam sampai tadi pagi keliling cari ikan dingkis, tetapi sudah habis," katanya.
Lili, salah seorang warga etnis Tionghoa membeli ikan dingkis yang bertelur dengan harga Rp180.000 per kg. Namun ukurannya relatif kecil.
"Kalau ukurannya agak besar bisa sampai Rp300.000 per kg, tetapi ini sulit didapat karena sejak subuh sudah dibeli orang," ujarnya.
Joni, salah seorang warga etnis Tionghoa di Kabupaten Bintan membeli ikan dingkis yang bertelur hingga 10 kg. Harga ikan dingkis yang berukuran kecil dan sedang mencapai Rp200.000 per kg.
"Sebagian saya bawa pulang ke rumah untuk dimasak, sebagian lagi saya kasih ke orang tua saya," katanya.
Baca juga:
Vihara Bahtra Sasana di Tanjungpinang bersolek sambut Tahun Baru Imlek
Kedatangan wisman ke Batam jelang Imlek meningkat
Biasanya, ikan dingkis dimasak asam pedas atau cukup dikukus dengan rempah-rempah.
Tokoh etnis Tionghoa Kepri, Bobby Jayanto, mengatakan, menikmati ikan dingkis akan semakin nikmat bersama keluarga besar.
"Ini ikan yang unik, hanya bertelur saat Imlek. Hanya setahun sekali menikmati ikan dingkis yang bertelur sehingga akan lebih baik dinikmati bersama keluarga tersayang," tuturnya.
Salah seorang pedagang ikan, Wadi, hari ini menjual ikan dingkis yang memiliki telur sebesar Rp250.000 per kg.
"Kalau tidak ada telurnya hanya Rp50.000 per kg," katanya.
Baca juga:
Libur Imlek, XL tawarkan Paket Xtra Combo Flex di Singapura dan Malaysia
Tradisi Tuk Panjang sambut Imlek di Semarang
Makna ritual bersih-bersih, buah jeruk, hingga ikan dingkis saat Imlek di Batam
Libur Imlek, Pemerintah targetkan 101 juta perjalanan wisatawan nusantara
Tokoh etnis Tionghoa Tanjungpinang, Reni, di Tanjungpinang, Ahad, mengatakan, mengonsumsi ikan dingkis saat Imlek merupakan tradisi tahunan yang hanya ada di Kepri.
"Kenapa demikian ? Karena ikan dingkis yang bertelur saat Imlek hanya ada di Kepri, di provinsi lainnya tidak ada," ucap anggota DPRD Tanjungpinang itu.
Karena itu, warga etnis Tionghoa percaya ikan dingkis membawa keberuntungan. Harga ikan dingkis yang memiliki telur pun cukup tinggi karena jumlahnya terbatas.
Baca juga:
Menjaring cuan dari ikan dingkis jelang Imlek
Gubernur Ansar ajak warga rayakan Imlek 2574 secara sederhana
Sejak H-2 Imlek sampai sekarang harga ikan dingkis yang dijual pedagang sekitar Rp200.000. Bahkan pedagang dapat mematok harga sampai Rp300.000 bila persediaan terbatas.
"Saya sejak semalam sampai tadi pagi keliling cari ikan dingkis, tetapi sudah habis," katanya.
Lili, salah seorang warga etnis Tionghoa membeli ikan dingkis yang bertelur dengan harga Rp180.000 per kg. Namun ukurannya relatif kecil.
"Kalau ukurannya agak besar bisa sampai Rp300.000 per kg, tetapi ini sulit didapat karena sejak subuh sudah dibeli orang," ujarnya.
Joni, salah seorang warga etnis Tionghoa di Kabupaten Bintan membeli ikan dingkis yang bertelur hingga 10 kg. Harga ikan dingkis yang berukuran kecil dan sedang mencapai Rp200.000 per kg.
"Sebagian saya bawa pulang ke rumah untuk dimasak, sebagian lagi saya kasih ke orang tua saya," katanya.
Baca juga:
Vihara Bahtra Sasana di Tanjungpinang bersolek sambut Tahun Baru Imlek
Kedatangan wisman ke Batam jelang Imlek meningkat
Biasanya, ikan dingkis dimasak asam pedas atau cukup dikukus dengan rempah-rempah.
Tokoh etnis Tionghoa Kepri, Bobby Jayanto, mengatakan, menikmati ikan dingkis akan semakin nikmat bersama keluarga besar.
"Ini ikan yang unik, hanya bertelur saat Imlek. Hanya setahun sekali menikmati ikan dingkis yang bertelur sehingga akan lebih baik dinikmati bersama keluarga tersayang," tuturnya.
Salah seorang pedagang ikan, Wadi, hari ini menjual ikan dingkis yang memiliki telur sebesar Rp250.000 per kg.
"Kalau tidak ada telurnya hanya Rp50.000 per kg," katanya.
Baca juga:
Libur Imlek, XL tawarkan Paket Xtra Combo Flex di Singapura dan Malaysia
Tradisi Tuk Panjang sambut Imlek di Semarang
Makna ritual bersih-bersih, buah jeruk, hingga ikan dingkis saat Imlek di Batam
Libur Imlek, Pemerintah targetkan 101 juta perjalanan wisatawan nusantara
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga etnis Tionghoa gelar ritual sembahyang rebut di sejumlah kelenteng
12 August 2022 14:11 WIB, 2022
Basarnas dan Kedubes Inggris perkuat kerja sama penanganan darurat WNA di Pulau Bintan
20 January 2026 19:13 WIB
Tim SAR gabungan cari pekerja yang hilang terseret arus di perairan Pulau Poto
20 January 2026 13:52 WIB
Bintan Resort salurkan donasi dukung program konservasi penyu di Pulau Mapur
19 September 2025 17:00 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka
06 June 2026 12:21 WIB