OJK: Sembilan perusahaan publik Indonesia tembus ASEAN Asset Class
Selasa, 31 Januari 2023 12:48 WIB
Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi dalam Apresiasi Hasil Penilaian ACGS Tahun 2021 dipantau di Jakarta, Selasa. (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan terdapat sembilan perusahaan publik di Indonesia yang berhasil masuk kategori ASEAN Asset Class PLCs.
Selain itu, terdapat satu perusahaan publik di Indonesia yang berhasil masuk kategori ASEAN Top 20 Publicly-Listed Companies (PLCs) .
“Perusahaan itu dinilai memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik kalangan investor global,” kata Inarno dalam Apresiasi Hasil Penilaian ACGS Tahun 2021 dipantau di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan, penilaian tersebut dilakukan oleh ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), yang ada sejak 2011 hasil Inisiatif dari ASEAN Capital Market Forum (ACMF) bersama dengan Asian Development Bank (ADB).
Dia mengatakan penilaian ini ditujukan untuk meningkatkan standar dan praktik tata kelola perusahaan publik, memberikan visibilitas internasional yang lebih besar, serta mempromosikan perusahaan publik ASEAN sebagai Asset Class.
Dia menjelaskan penilaian telah dilakukan terhadap 100 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di setiap negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam selama 2021-2022.
Di Indonesia, penilaian dilakukan oleh PT RSM Indonesia Konsultan sebagai Domestic Ranking Body (DRB) yang ditunjuk.
Dia mengatakan 100 perusahaan publik yang dinilai di Indonesia sudah mewakili 81,86 persen dari total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Mei 2021 dan 13 peren dari jumlah perusahaan tercatat di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK sebut 9 perusahaan publik Indonesia tembus ASEAN Asset Class
Selain itu, terdapat satu perusahaan publik di Indonesia yang berhasil masuk kategori ASEAN Top 20 Publicly-Listed Companies (PLCs) .
“Perusahaan itu dinilai memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik kalangan investor global,” kata Inarno dalam Apresiasi Hasil Penilaian ACGS Tahun 2021 dipantau di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan, penilaian tersebut dilakukan oleh ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), yang ada sejak 2011 hasil Inisiatif dari ASEAN Capital Market Forum (ACMF) bersama dengan Asian Development Bank (ADB).
Dia mengatakan penilaian ini ditujukan untuk meningkatkan standar dan praktik tata kelola perusahaan publik, memberikan visibilitas internasional yang lebih besar, serta mempromosikan perusahaan publik ASEAN sebagai Asset Class.
Dia menjelaskan penilaian telah dilakukan terhadap 100 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di setiap negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam selama 2021-2022.
Di Indonesia, penilaian dilakukan oleh PT RSM Indonesia Konsultan sebagai Domestic Ranking Body (DRB) yang ditunjuk.
Dia mengatakan 100 perusahaan publik yang dinilai di Indonesia sudah mewakili 81,86 persen dari total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Mei 2021 dan 13 peren dari jumlah perusahaan tercatat di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK sebut 9 perusahaan publik Indonesia tembus ASEAN Asset Class
Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelatih Timnas John Herdman akan resmi diperkenalkan di depan publik besok
11 January 2026 13:24 WIB
Polda Kepri raih penghargaan sebagai badan publik informatif untuk kelima kalinya
11 December 2025 13:37 WIB
Kemenkum Kepri raih peringkat pertama kategori instansi vertikal pada keterbukaan informasi 2025
11 December 2025 13:30 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Tanjungpinang sebut sebanyak 11 ribu peserta PBI dinonaktifkan
11 February 2026 17:10 WIB
Komisi VII DPR RI soroti wisman Singapura dan Malaysia belanja sembako di Batam
11 February 2026 9:04 WIB
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB