Dokter hewan: Cegah penularan flu burung dengan kebersihan
Kamis, 2 Maret 2023 15:50 WIB
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan menyuntikan vaksin guna mencegah penyebaran virus flu burung di sentra pembibitan Itik Alabio Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan, Rabu (1/3/2023). ANTARA/Bayu Pratama S
Jakarta (ANTARA) - Menjaga kebersihan merupakan salah satu upaya efektif untuk mencegah penularan flu burung di pasar. Menurut Dokter Hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) drh Gunawan Budi Utomo, kondisi pasar berisiko tinggi tercemar virus flu burung karena banyaknya unggas yang dijual dan dipotong di sana.
"Untuk itu, pastikan pasar bersih," kata Gunawan dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Gunawan, yang juga merupakan Senior Technical Advisor for Value Chain and AMR FAO ECTAD Indonesia, menuturkan, lingkungan pasar dan peralatan apapun yang bersentuhan dengan unggas harus selalu dibersihkan dengan rutin dan benar. Lalu, cuci tangan dengan air sabun sebelum dan sesudah memegang unggas atau dagingnya.
Kemudian, kios basah dan kering harus dipisah dengan jelas. Gunawan juga menganjurkan bahwa sebaiknya tidak ada pemotongan unggas dan penjualan unggas hidup di dalam pasar.
"Penggunaan pendingin bisa jadi salah satu metode agar unggas tidak perlu dipotong di pasar tapi di rumah potong yang higienis," ujar Gunawan.
"Pedagang diminta untuk tidak menjual ayam sakit," ucapnya lagi.
Gunawan menambahkan, para konsumen dan masyarakat yang hendak membeli daging unggas, diharapkan lebih teliti saat membeli. Pastikan membeli daging unggas yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) di kios yang bersih dan sehat untuk mencegah kontaminasi kuman.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Upaya yang dapat dilakukan untuk cegah penularan flu burung di pasar
"Untuk itu, pastikan pasar bersih," kata Gunawan dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Gunawan, yang juga merupakan Senior Technical Advisor for Value Chain and AMR FAO ECTAD Indonesia, menuturkan, lingkungan pasar dan peralatan apapun yang bersentuhan dengan unggas harus selalu dibersihkan dengan rutin dan benar. Lalu, cuci tangan dengan air sabun sebelum dan sesudah memegang unggas atau dagingnya.
Kemudian, kios basah dan kering harus dipisah dengan jelas. Gunawan juga menganjurkan bahwa sebaiknya tidak ada pemotongan unggas dan penjualan unggas hidup di dalam pasar.
"Penggunaan pendingin bisa jadi salah satu metode agar unggas tidak perlu dipotong di pasar tapi di rumah potong yang higienis," ujar Gunawan.
"Pedagang diminta untuk tidak menjual ayam sakit," ucapnya lagi.
Gunawan menambahkan, para konsumen dan masyarakat yang hendak membeli daging unggas, diharapkan lebih teliti saat membeli. Pastikan membeli daging unggas yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) di kios yang bersih dan sehat untuk mencegah kontaminasi kuman.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Upaya yang dapat dilakukan untuk cegah penularan flu burung di pasar
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Fery Heriyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Kepri kirim sampel suspek pasien penyakit Super Flu ke Kementerian Kesehatan
13 January 2026 14:00 WIB
Dinkes Kepri imbau waspada flu dan batuk dampak cuaca ekstrem akhir tahun
23 December 2024 17:07 WIB, 2024
Pemkot lakukan pemeriksaan terhadap 22 kasus mirip flu Singapura di Batam
05 September 2023 17:11 WIB, 2023
Barantan ingatkan penerapan biosecurity guna cegah virus ASF di Pulau Bulan
25 May 2023 11:14 WIB, 2023
Mentan ingatkan virus dan bakteri penyebab flu babi afrika sedang bangkit lagi
14 May 2023 15:19 WIB, 2023