Mahfud MD bakal ke Batam, menindak tegas kasus perdagangan orang
Senin, 3 April 2023 6:05 WIB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.
Yogyakarta (ANTARA) - Menkopolhukam Mahfud MD akan berangkat ke Batam Kepulauan Riau pada pekan ini untuk menindak tegas kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Pada hari Kamis besok mau ke Batam mau menindak ini (perdagangan orang)," kata Mahfud di Yogyakarta, Ahad malam.
Menurut Mahfud, di lokasi yang hendak didatangi itu terdapat pusat-pusat pembagian paspor gratis, kemudian penerima paspor akan dikirim ke luar negeri dengan dijanjikan mendapat pekerjaan.
"Dikirim ke luar negeri, kerja di kapal-kapal, kerja di luar negeri, enggak digaji," kata dia.
Selain tidak digaji, kata Mahfud, para korban juga mendapat perlakuan kejam, disiksa, hingga dibuang ke laut jika meninggal dunia.
"Kalau meninggal dibuang ke laut, enggak digaji, disiksa," kata Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud MD tidak menampik dugaan sindikat perdagangan orang sengaja menenggelamkan perahu yang mengangkut pekerja migran Indonesia untuk mengelabui aparat.
Dugaan itu merupakan hasil investigasi dari BP2MI terhadap kasus tewasnya sejumlah pekerja migran Indonesia akibat kapal pengangkut mereka karam di Perairan Johor Baru pada 15 Desember 2021.
"Ya, bisa jadi, bisa jadi banyak terjadi seperti itu," kata Mahfud di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (1/4).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahfud MD bakal ke Batam tindak tegas kasus perdagangan orang
"Pada hari Kamis besok mau ke Batam mau menindak ini (perdagangan orang)," kata Mahfud di Yogyakarta, Ahad malam.
Menurut Mahfud, di lokasi yang hendak didatangi itu terdapat pusat-pusat pembagian paspor gratis, kemudian penerima paspor akan dikirim ke luar negeri dengan dijanjikan mendapat pekerjaan.
"Dikirim ke luar negeri, kerja di kapal-kapal, kerja di luar negeri, enggak digaji," kata dia.
Selain tidak digaji, kata Mahfud, para korban juga mendapat perlakuan kejam, disiksa, hingga dibuang ke laut jika meninggal dunia.
"Kalau meninggal dibuang ke laut, enggak digaji, disiksa," kata Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud MD tidak menampik dugaan sindikat perdagangan orang sengaja menenggelamkan perahu yang mengangkut pekerja migran Indonesia untuk mengelabui aparat.
Dugaan itu merupakan hasil investigasi dari BP2MI terhadap kasus tewasnya sejumlah pekerja migran Indonesia akibat kapal pengangkut mereka karam di Perairan Johor Baru pada 15 Desember 2021.
"Ya, bisa jadi, bisa jadi banyak terjadi seperti itu," kata Mahfud di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (1/4).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahfud MD bakal ke Batam tindak tegas kasus perdagangan orang
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lyodra bawakan lagu "Tak Selalu Memiliki" untuk soundtrack film "Ipar Adalah Maut"
24 April 2024 9:31 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri gagalkan peredaran 353 keping vape mengandung etomidate di Kota Batam
12 February 2026 17:40 WIB