New York (ANTARA) - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon memperingkat konflik bakal meluas setelah Israel meluncurkan serangan udara di Lebanon dan Jalur Gaza pada Jumat dini hari.

"Aksi beberapa hari belakangan ini berbahaya dan berisiko menciptakan eskalasi yang gawat," kata Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). "Kami mendesak semua pihak agar menghentikan semua aksi di sepanjang Blue Line (garis biru) saat ini juga."

Garis Biru adalah garis demarkasi antara Lebanon dan Israel, serta Lebanon dan Dataran Tinggi Golan yang ditetapkan PBB pada 7 Juni 2000 untuk memastikan  Israel telah sepenuhnya menarik diri dari Lebanon.

Kepala misi UNIFIL dan panglima pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Aroldo Lazaro, tengah berbicara dengan otoritas kedua pihak di Blue Line.

"Kedua pihak menyatakan tak menghendaki  peperangan." tambah UNIFIL.

Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon beberapa jam setelah menyerang Jalur Gaza pada Jumat dini hari.

Israel mengaku menyerang target-target milik kelompok perlawanan Palestina Hamas di Lebanon selatan.

Menanggapi serangan udara Israel di Gaza, Hazem Kassem, juru bicara Hamas, mengatakan Israel "bertanggung jawab penuh" atas eskalasi perang dan serangan ke Yerusalem dan Gaza.




Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB ingatkan konflik meluas setelah Israel serang Lebanon dan Gaza