PBB ingatkan konflik bisa meluas usai Israel serang Gaza
Jumat, 7 April 2023 14:42 WIB
Foto arsip - Batalion Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar patroli di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel pada 23 April 2020. (UN/Pasqual Gorriz)
New York (ANTARA) - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon memperingkat konflik bakal meluas setelah Israel meluncurkan serangan udara di Lebanon dan Jalur Gaza pada Jumat dini hari.
"Aksi beberapa hari belakangan ini berbahaya dan berisiko menciptakan eskalasi yang gawat," kata Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). "Kami mendesak semua pihak agar menghentikan semua aksi di sepanjang Blue Line (garis biru) saat ini juga."
Garis Biru adalah garis demarkasi antara Lebanon dan Israel, serta Lebanon dan Dataran Tinggi Golan yang ditetapkan PBB pada 7 Juni 2000 untuk memastikan Israel telah sepenuhnya menarik diri dari Lebanon.
Kepala misi UNIFIL dan panglima pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Aroldo Lazaro, tengah berbicara dengan otoritas kedua pihak di Blue Line.
"Kedua pihak menyatakan tak menghendaki peperangan." tambah UNIFIL.
Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon beberapa jam setelah menyerang Jalur Gaza pada Jumat dini hari.
Israel mengaku menyerang target-target milik kelompok perlawanan Palestina Hamas di Lebanon selatan.
Menanggapi serangan udara Israel di Gaza, Hazem Kassem, juru bicara Hamas, mengatakan Israel "bertanggung jawab penuh" atas eskalasi perang dan serangan ke Yerusalem dan Gaza.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB ingatkan konflik meluas setelah Israel serang Lebanon dan Gaza
"Aksi beberapa hari belakangan ini berbahaya dan berisiko menciptakan eskalasi yang gawat," kata Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). "Kami mendesak semua pihak agar menghentikan semua aksi di sepanjang Blue Line (garis biru) saat ini juga."
Garis Biru adalah garis demarkasi antara Lebanon dan Israel, serta Lebanon dan Dataran Tinggi Golan yang ditetapkan PBB pada 7 Juni 2000 untuk memastikan Israel telah sepenuhnya menarik diri dari Lebanon.
Kepala misi UNIFIL dan panglima pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Aroldo Lazaro, tengah berbicara dengan otoritas kedua pihak di Blue Line.
"Kedua pihak menyatakan tak menghendaki peperangan." tambah UNIFIL.
Militer Israel melancarkan serangan udara di Lebanon beberapa jam setelah menyerang Jalur Gaza pada Jumat dini hari.
Israel mengaku menyerang target-target milik kelompok perlawanan Palestina Hamas di Lebanon selatan.
Menanggapi serangan udara Israel di Gaza, Hazem Kassem, juru bicara Hamas, mengatakan Israel "bertanggung jawab penuh" atas eskalasi perang dan serangan ke Yerusalem dan Gaza.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB ingatkan konflik meluas setelah Israel serang Lebanon dan Gaza
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Fery Heriyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 10:40 WIB