Ekonomi Kepri tumbuh 6,51 persen
Sabtu, 6 Mei 2023 8:00 WIB
Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus menyampaikan siaran pers secara daring terkait pertumbuhan ekonomi triwulan I-2023, di Tanjungpinang, Jumat (5/5/2023). ANTARA/Ogen/foto hasil tangkapan youtUbe BPS Kepri
Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan I tahun 2023 tumbuh sebesar 6,51 persen atau tumbuh lebih cepat dibanding triwulan I-2022 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 2,83 persen.
"Berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, perekonomian Kepri triwulan I-2023 mencapai Rp80,32 triliun, dan atas dasar harga konstan mencapai Rp48,81 triliun," kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus dalam siaran pers secara daring di Tanjungpinang, Jumat.
Darwis menyebut dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini didorong oleh kategori industri pengolahan yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 3,28 persen dan kategori konstruksi memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,36 persen, serta penyediaan makan minum memberikan andil sebesar 1,16 persen.
Baca juga: MAKI minta Kejati Kepri tuntaskan perkara penyelundupan limbah B3 ke Batam
Sedangkan dari sisi pengeluaran, katanya pula, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mempunyai andil pertumbuhan sebesar 3,05 persen dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) dengan andil sebesar 2,22 persen.
"Struktur ekonomi Kepri pada triwulan I-2023 masih didominasi oleh industri pengolahan (42,41 persen), konstruksi (19,15 persen), dan pertambangan dan penggalian (10,38 persen)," ujarnya pula.
Namun demikian, katanya lagi, ekonomi Kepri triwulan I-2023 jika dibandingkan dengan triwulan IV-2022 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 3,31 persen.
Baca juga: Imigrasi perketat syarat perjalanan dinas luar negeri melalui Batam
Dari sisi produksi, kontraksi ekonomi terutama disebabkan oleh kategori konstruksi dengan andil kontraksi sebesar 2,13 persen, diikuti kategori industri pengolahan dengan andil kontraksi sebesar 0,79 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) dengan andil kontraksi terbesar yaitu 4,07 persen, diikuti komponen PMTB dengan andil kontraksi sebesar 0,05 persen.
"Dalam lingkup regional, PDRB Kepri triwulan I-2023 memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera," ujar Darwis lagi.
Baca juga: BP Batam bahas rencana investasi transportasi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS catat ekonomi Kepri triwulan I tahun 2023 tumbuh 6,51 persen
"Berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, perekonomian Kepri triwulan I-2023 mencapai Rp80,32 triliun, dan atas dasar harga konstan mencapai Rp48,81 triliun," kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus dalam siaran pers secara daring di Tanjungpinang, Jumat.
Darwis menyebut dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini didorong oleh kategori industri pengolahan yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 3,28 persen dan kategori konstruksi memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,36 persen, serta penyediaan makan minum memberikan andil sebesar 1,16 persen.
Baca juga: MAKI minta Kejati Kepri tuntaskan perkara penyelundupan limbah B3 ke Batam
Sedangkan dari sisi pengeluaran, katanya pula, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mempunyai andil pertumbuhan sebesar 3,05 persen dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) dengan andil sebesar 2,22 persen.
"Struktur ekonomi Kepri pada triwulan I-2023 masih didominasi oleh industri pengolahan (42,41 persen), konstruksi (19,15 persen), dan pertambangan dan penggalian (10,38 persen)," ujarnya pula.
Namun demikian, katanya lagi, ekonomi Kepri triwulan I-2023 jika dibandingkan dengan triwulan IV-2022 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 3,31 persen.
Baca juga: Imigrasi perketat syarat perjalanan dinas luar negeri melalui Batam
Dari sisi produksi, kontraksi ekonomi terutama disebabkan oleh kategori konstruksi dengan andil kontraksi sebesar 2,13 persen, diikuti kategori industri pengolahan dengan andil kontraksi sebesar 0,79 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) dengan andil kontraksi terbesar yaitu 4,07 persen, diikuti komponen PMTB dengan andil kontraksi sebesar 0,05 persen.
"Dalam lingkup regional, PDRB Kepri triwulan I-2023 memberikan kontribusi sebesar 7,38 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera," ujar Darwis lagi.
Baca juga: BP Batam bahas rencana investasi transportasi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS catat ekonomi Kepri triwulan I tahun 2023 tumbuh 6,51 persen
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertumbuhan ekonomi Kepri stabil dan diprediksi meningkat pada 2025
20 February 2025 15:28 WIB, 2025
Asbisindo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 meningkat
28 January 2023 19:37 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB