Malaysia terbitkan arahan kesiapsiagaan risiko penularan penyakit Nipah
Minggu, 24 September 2023 11:10 WIB
Arsip - Sebuah ambulans didampingi mobil polisi dengan latar belakang tempat hunian Malayan Mansion mengangkut 32 orang penghuni positif COVID-19 ke Rumah Sakit Sungai Buloh di Jalan Masjid India, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (11/4/2020). ANTARA Foto/Agus Setiawan/wsj. (ANTARA FOTO/AGUS SETIAWAN)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Kesehatan Malaysia Zaliha Mustafa menerbitkan arahan kesiapsiagaan risiko penularan penyakit Nipah, terutama mereka yang baru bepergian ke negara berisiko tinggi.
Menteri Zaliha dalam keterangannya yang diterima di Kuala Lumpur, Ahad, mengatakan untuk melakukan pencegahan penularan penyakit Nipah, masyarakat terutama pelaku perjalanan yang mengunjungi kawasan berisiko tinggi di mana wabah Nipah sedang terjadi, disarankan senantiasa mengambil langkah pencegahan.
Ia meminta warganya rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari sentuhan dengan kelelawar atau babi terutama yang sakit, menghindari berada di kawasan di mana kelelawar diketahui berkumpul atau tinggal, menghindari pengambilan buah-buahan dan nira, contohnya pohon kurma atau kelapa atau nipah yang diduga tercemar dengan air liur atau cairan badan kelelawar.
Selain itu, ia meminta masyarakat menghindari bersentuhan langsung dengan dengan orang yang terjangkit penyakit Nipah.
Zaliha meminta mereka yang masuk atau kembali ke Malaysia dari negara yang berisiko tinggi untuk melakukan pemantauan secara mandiri tanda dan gejala penularan penularan virus Nipah selama 14 hari.
Seandainya bergejala, hindari kontak dengan orang lain dan segera meminta perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Kasus penularan penyakit Nipah terjadi baru-baru ini di Kerala, India, menyebabkan dua kematian. Penyakit Nipah merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah, yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia keluarkan arahan kesiapsiagaan penularan penyakit Nipah
Menteri Zaliha dalam keterangannya yang diterima di Kuala Lumpur, Ahad, mengatakan untuk melakukan pencegahan penularan penyakit Nipah, masyarakat terutama pelaku perjalanan yang mengunjungi kawasan berisiko tinggi di mana wabah Nipah sedang terjadi, disarankan senantiasa mengambil langkah pencegahan.
Ia meminta warganya rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari sentuhan dengan kelelawar atau babi terutama yang sakit, menghindari berada di kawasan di mana kelelawar diketahui berkumpul atau tinggal, menghindari pengambilan buah-buahan dan nira, contohnya pohon kurma atau kelapa atau nipah yang diduga tercemar dengan air liur atau cairan badan kelelawar.
Selain itu, ia meminta masyarakat menghindari bersentuhan langsung dengan dengan orang yang terjangkit penyakit Nipah.
Zaliha meminta mereka yang masuk atau kembali ke Malaysia dari negara yang berisiko tinggi untuk melakukan pemantauan secara mandiri tanda dan gejala penularan penularan virus Nipah selama 14 hari.
Seandainya bergejala, hindari kontak dengan orang lain dan segera meminta perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Kasus penularan penyakit Nipah terjadi baru-baru ini di Kerala, India, menyebabkan dua kematian. Penyakit Nipah merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah, yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia keluarkan arahan kesiapsiagaan penularan penyakit Nipah
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah sakit BP Batam hadirkan layanan intervensi penyakit jantung bawaan dewasa
07 February 2026 14:18 WIB
Dinkes Kepri kirim sampel suspek pasien penyakit Super Flu ke Kementerian Kesehatan
13 January 2026 14:00 WIB
Gedung pelayanan jantung RSUD Natuna ditargetkan rampung Desember mendatang
07 November 2025 17:10 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB