UIN Suska Riau buka prodi energi terbarukan
Senin, 23 Oktober 2023 20:07 WIB
Pemasangan PLTS di Kampus UIN Suska Riau oleh mahasiswa Teknik Elektro di Fakultas Sains dan Teknologi. ANTARA/Indah Permata Sari
Pekanbaru, (ANTARA) - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN Suska) Riau menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang membuka program studi S1 Energi Terbarukan atau energi hijau.
Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kunaifi di Pekanbaeu, Senin mengatakan dengan begitu UIN Suska menjadi pionir pendidikan di Indonesia yang membuka kurikulum energi terbarukan.
Green Energy adalah energi terbarukan yang bersumber dari alam dan tentunya ramah lingkungan seperti sinar matahari, angin ataupun air, dan juga ada berasal dari tanaman (biomassa).
"Kita pionir pendidikan energi terbarukan pada level Strata 1 di Indonesia. Green Energy tidak lagi menyongsong tapi sedang berjalan," katanya.
Ia menjelaskan untuk persiapannya sudah tahap membuat kurikulum, merekrut dosen di bidang tersebut dan kelengkapan laboratorium beserta fasilitasnya.
"Sudah ada enam dosen tetap yang direkrut dan kita butuh tenaga-tenaga ahli yang paham untuk pengembangan energi non bahan bakar fosil," jelasnya.
Kunaifi berharap pemerintah perlu memberikan perhatian penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan negara menyediakan pengadaan fasilitas laboratorium untuk bidangnya.
Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kunaifi di Pekanbaeu, Senin mengatakan dengan begitu UIN Suska menjadi pionir pendidikan di Indonesia yang membuka kurikulum energi terbarukan.
Green Energy adalah energi terbarukan yang bersumber dari alam dan tentunya ramah lingkungan seperti sinar matahari, angin ataupun air, dan juga ada berasal dari tanaman (biomassa).
"Kita pionir pendidikan energi terbarukan pada level Strata 1 di Indonesia. Green Energy tidak lagi menyongsong tapi sedang berjalan," katanya.
Ia menjelaskan untuk persiapannya sudah tahap membuat kurikulum, merekrut dosen di bidang tersebut dan kelengkapan laboratorium beserta fasilitasnya.
"Sudah ada enam dosen tetap yang direkrut dan kita butuh tenaga-tenaga ahli yang paham untuk pengembangan energi non bahan bakar fosil," jelasnya.
Kunaifi berharap pemerintah perlu memberikan perhatian penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan negara menyediakan pengadaan fasilitas laboratorium untuk bidangnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha/Indah Permata Sari
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejari Pekanbaru tetapkan pejabat UIN Sultan Syarif Kasim sebagai tersangka
22 October 2022 18:39 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang hadiri aksi tanam mangrove KJK di momen HPN 2026
30 January 2026 18:07 WIB