Malaysia beri pengecualian visa 30 hari bagi warga China
Senin, 27 November 2023 9:51 WIB
Tangkapan layar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berbicara dalam penutupan Kongres Nasional Keadilan 2023 di Putrajaya, Minggu (26/11/2023). (ANTARA/Virna P Setyorini)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia akan memberikan pengecualian visa selama 30 hari bagi warga negara China dan India untuk masuk ke negara tersebut mulai 1 Desember 2023.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) mengumumkan kebijakan itu dalam Kongres Nasional Keadilan 2023 di Putrajaya, Minggu (26/11).
Dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik dengan China dan untuk merayakan semangat kemitraan strategis dengan negara Tirai Bambu tersebut, Anwar mengatakan mulai 1 Desember 2023 akan memberikan fasilitas tambahan kepada negara-negara Arab, Turki dan Yordania, serta pengecualian visa bagi warga negara China dan India selama 30 hari.
Ia mengatakan pariwisata akan menjadi fokus Malaysia. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan fasilitas transportasi, termasuk penambahan fasilitas di bandara Alor Setar, Penang, Senai (Johor Bahru), Kota Kinabalu dan Kuching sesuai dengan tingkat dan kemampuan pemerintah sehingga bandara lebih efisien dan menarik serta membawa lebih banyak wisatawan.
“Dua hari yang lalu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah China yang telah memberikan fasilitas visa ke tiga negara Eropa dan satu negara Asia, 15 hari tanpa visa ke China,” kata Anwar.
Anwar mengatakan kebijakan baru dari Pemerintah China tersebut memberikan sinyal signifikan mengenai peningkatan hubungan kemitraan strategis dua negara.
Saat ini, ia mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan tertinggi yang datang ke Malaysia dari negara-negara ASEAN berasal dari Singapura dan Indonesia.
Namun, di luar dari kawasan regional itu, wisatawan tertinggi datang dari China dan masih memiliki potensi besar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia beri pengecualian visa 30 hari bagi warga China dan India
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) mengumumkan kebijakan itu dalam Kongres Nasional Keadilan 2023 di Putrajaya, Minggu (26/11).
Dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik dengan China dan untuk merayakan semangat kemitraan strategis dengan negara Tirai Bambu tersebut, Anwar mengatakan mulai 1 Desember 2023 akan memberikan fasilitas tambahan kepada negara-negara Arab, Turki dan Yordania, serta pengecualian visa bagi warga negara China dan India selama 30 hari.
Ia mengatakan pariwisata akan menjadi fokus Malaysia. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan fasilitas transportasi, termasuk penambahan fasilitas di bandara Alor Setar, Penang, Senai (Johor Bahru), Kota Kinabalu dan Kuching sesuai dengan tingkat dan kemampuan pemerintah sehingga bandara lebih efisien dan menarik serta membawa lebih banyak wisatawan.
“Dua hari yang lalu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah China yang telah memberikan fasilitas visa ke tiga negara Eropa dan satu negara Asia, 15 hari tanpa visa ke China,” kata Anwar.
Anwar mengatakan kebijakan baru dari Pemerintah China tersebut memberikan sinyal signifikan mengenai peningkatan hubungan kemitraan strategis dua negara.
Saat ini, ia mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan tertinggi yang datang ke Malaysia dari negara-negara ASEAN berasal dari Singapura dan Indonesia.
Namun, di luar dari kawasan regional itu, wisatawan tertinggi datang dari China dan masih memiliki potensi besar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia beri pengecualian visa 30 hari bagi warga China dan India
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korea Selatan perpanjang pembebasan biaya visa untuk 6 negara, termasuk Indonesia
31 December 2025 17:01 WIB
AS ubah aturan visa H-1B, utamakan pekerja asing terampil dan bergaji tinggi
25 December 2025 11:11 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Komisi Eropa ajukan keberatan ke Meta terkait pembatasan akses AI di WhatsApp
10 February 2026 13:54 WIB
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB