Batam (ANTARA News) - Jumlah orang gila di Batam Provinsi Kepulauan Riau
pada beberapa bulan pertama 2011 meningkat dibanding 2010, kata Kepala
Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam Muhammad Syahir di Batam.
"Biasanya setiap bulan, kami antar orang gila ke Pekanbaru dua sampai
empat orang, tapi sekarang daftar tunggunya sampai 16 orang," kata
Kepala Dinas di sela-selara rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Kota Batam, Senin.
Penderita penyakit jiwa di Batam dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru
karena belum ada rumah sakit atau pusat rehabilitasi orang gila di kota
industri.
Sepanjang 2010, Dinas Sosial mengurus 24 orang gila, sedangkan hingga
semester pertama 2011, Pemkot Batam sudah memulangkan 60 orang penderita
penyakit jiwa.
"Peningkatannya signifikan, banyak yang antre untuk diantar ke Pekanbaru" kata Kepala Dinas.
Menurut Kepala Dinas, peningkatan jumlah orang gila di Batam disebabkan
tingkat stres kota metropolitan yang tinggi akibat pemutusan hubungan
kerja dan perceraian.
Ia mengatakan perlu pengentasan kemiskinan untuk mengantisipasi penambahan jumlah orang gila.
"Kalau kemiskinan berkurang, jumlah orang gila juga berkurang," kata dia.
Penderita gangguan jiwa menyebar rata di pulau pesisir dan pulau utama.
Penderita daerah penyangga, kata dia, mayoritas adalah warga tempatan,
sedangkan di Pulau Batam umumnya pendatang bermasalah ekonomi.
Mengenai rencana pembangunan rumah sakit jiwa, ia mengatakan memerlukan pembangunan dan kesiapan sumber daya manusia.
"Rumah sakit jiwa tidak sebatas bangunannya, tapi juga harus ada tenaganya," kata dia.
Pemkot Batam masih merencanakan membangun RSJ, sementara belum
terlaksana, penderita kurang ingatan tetap akan dikirim ke RSJ Pekanbaru
untuk direhabilitasi.
(ANT-YJN/B013/Btm1)
Jumlah Orang Gila di Batam Bertambah
Senin, 13 Juni 2011 12:41 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Trump geram, desak Republik usir Demokrat "gila" yang dukung pemakzulan dirinya
06 May 2025 11:14 WIB