Indonesia-Papua akan Bahas Isu Strategis di Batam
Rabu, 15 Juni 2011 22:02 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini direncanakan akan membahas isu strategis kedua negara di Batam pekan depan, kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Sukhri Fahrial, Rabu.
"Kedua negara akan membahas permasalahan yang berhubungan dengan pertahanan keamanan, perekonomian dan batas-batas wilayah," ujar Sukhri yang dihubungi dari Tanjungpinang.
Ia mengatakan, pertemuan pemerintah kedua negara tersebut membuka peluang kerja sama dibidang pertahanan keamanan dan perekonomian.
Pemerintah Indonesia juga direncanakan akan melakukan pertemuan dengan Pemerintah Malaysia dan Singapura, namun jadwalnya belum dapat dipastikan.
"Pemerintah Indonesia juga akan membahas isu strategis dengan pemerintah dari negara tetangga lainnya setelah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Papua Nugini," ungkapnya yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat.
Pemerintah Indonesia, kata dia, menginginkan permasalahan batas-batas wilayah perairan dan daratan dengan negara tetangga dapat diselesaikan secepatnya sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar di kemudian hari. Permasalahan batas-batas antarnegara tetangga mempengaruhi sistem pertahanan keamanan dan perekonomian antarnegara tetangga.
Penyelesaian batas wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dengan Malaysia hampir rampung. Sementara beberapa batas wilayah Kepri dengan Singapura belum disepakati.
"Pemerintah Indonesia juga akan membahas permasalahan pelanggaran batas-batas wilayah yang beberapa kali dilanggar oleh militer dan warga sipil Malaysia dan Singapura," ungkapnya.
(ANT-NP/Btm1)
"Kedua negara akan membahas permasalahan yang berhubungan dengan pertahanan keamanan, perekonomian dan batas-batas wilayah," ujar Sukhri yang dihubungi dari Tanjungpinang.
Ia mengatakan, pertemuan pemerintah kedua negara tersebut membuka peluang kerja sama dibidang pertahanan keamanan dan perekonomian.
Pemerintah Indonesia juga direncanakan akan melakukan pertemuan dengan Pemerintah Malaysia dan Singapura, namun jadwalnya belum dapat dipastikan.
"Pemerintah Indonesia juga akan membahas isu strategis dengan pemerintah dari negara tetangga lainnya setelah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Papua Nugini," ungkapnya yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat.
Pemerintah Indonesia, kata dia, menginginkan permasalahan batas-batas wilayah perairan dan daratan dengan negara tetangga dapat diselesaikan secepatnya sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar di kemudian hari. Permasalahan batas-batas antarnegara tetangga mempengaruhi sistem pertahanan keamanan dan perekonomian antarnegara tetangga.
Penyelesaian batas wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dengan Malaysia hampir rampung. Sementara beberapa batas wilayah Kepri dengan Singapura belum disepakati.
"Pemerintah Indonesia juga akan membahas permasalahan pelanggaran batas-batas wilayah yang beberapa kali dilanggar oleh militer dan warga sipil Malaysia dan Singapura," ungkapnya.
(ANT-NP/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK panggil 3 kepala distrik jadi saksi kasus dugaan suap dana operasional Papua
20 November 2025 14:04 WIB
Satgas Damai Cartenz tangkap salah satu KKB yang terlibat penembakan anggota Polri
28 October 2025 11:59 WIB