MIPI Seminarkan Evaluasi Pemilihan Gubernur
Minggu, 26 Juni 2011 20:14 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia menyeminarkan evaluasi sistem pemilihan gubernur secara langsung.
"Sekarang sedang ada wacana apakah pemilihan gubernur tetap dilaksanakan secara langsung atau diganti melalui perwakilan dari pusat. MIPI untuk mencermati itu dan merekomendasikan hasil seminar kepada pusat," kata Sekjen MIPI Hyronimus Rowa kepada wartawan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu.
Hyronimus mengatakan, seminar nasional diadakan Senin (27/6) di Hotel Confort Tanjungpinang, mengundang pakar, pemerhati, dan praktisi pemerintahan.
"Akan dibahas keuntungan dan kekurangan sistem langsung pada pemilihan gubernur. Apa ada nilai tambah pemilihan langsung atau mengeluarkan biaya terlalu banyak," katanya.
Menurut dia, MIPI akan melihat bobot otonomi daerah pada kepentingan rakyat karena peran gubernur peran berbeda dengan bupati/wali kota terhadap pelayanan langsung kepada masyarakat.
"Gubernur memiliki peran berbeda terhadap pelayanan masyarakat dibandingkan bupati/wali kota yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat. Apakah nanti masih dengan pemilihan langsung atau penunjukan perwakilan dari pemerintah pusat, itu yang akan dikaji," katanya.
Menurut dia, bila seminar menilai sistem pemilihan secara langsung telah berjalan bagus, maka rekomendasi dari seminar adalah teruskan.
Namun, kalau sebaliknya maka seminar akan merekomendasikan pengkajian ulang dan sebagai bahan masukan bagi pemerintah yang sedang membahas untuk merevisi UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
(ANT-HM/Btm1)
"Sekarang sedang ada wacana apakah pemilihan gubernur tetap dilaksanakan secara langsung atau diganti melalui perwakilan dari pusat. MIPI untuk mencermati itu dan merekomendasikan hasil seminar kepada pusat," kata Sekjen MIPI Hyronimus Rowa kepada wartawan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu.
Hyronimus mengatakan, seminar nasional diadakan Senin (27/6) di Hotel Confort Tanjungpinang, mengundang pakar, pemerhati, dan praktisi pemerintahan.
"Akan dibahas keuntungan dan kekurangan sistem langsung pada pemilihan gubernur. Apa ada nilai tambah pemilihan langsung atau mengeluarkan biaya terlalu banyak," katanya.
Menurut dia, MIPI akan melihat bobot otonomi daerah pada kepentingan rakyat karena peran gubernur peran berbeda dengan bupati/wali kota terhadap pelayanan langsung kepada masyarakat.
"Gubernur memiliki peran berbeda terhadap pelayanan masyarakat dibandingkan bupati/wali kota yang secara langsung berhubungan dengan masyarakat. Apakah nanti masih dengan pemilihan langsung atau penunjukan perwakilan dari pemerintah pusat, itu yang akan dikaji," katanya.
Menurut dia, bila seminar menilai sistem pemilihan secara langsung telah berjalan bagus, maka rekomendasi dari seminar adalah teruskan.
Namun, kalau sebaliknya maka seminar akan merekomendasikan pengkajian ulang dan sebagai bahan masukan bagi pemerintah yang sedang membahas untuk merevisi UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
(ANT-HM/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot sebut sistem bioflok solusi lahan terbatas untuk budidaya ikan di Batam
09 May 2026 10:53 WIB
RSBP Batam kantongi sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen layanan instalasi
09 April 2026 9:46 WIB
Arab Saudi, Bahrain, dan UEA sebut sistem pertahanan udara cegat drone dan rudal Iran
11 March 2026 15:31 WIB
PLN berhasil hubungkan sistem kelistrikan Aceh ke 'backbone' sistem Sumatera
17 December 2025 15:55 WIB