
Jamaah haji diimbau tak pergi sendirian demi keamanan

Makkah (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah calon haji Indonesia agar tidak bepergian sendirian dan menerapkan sistem pendamping atau buddy system beranggotakan minimal tiga orang selama beraktivitas di Makkah, Arab Saudi.
Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah Tulus Widodo mengatakan, penerapan sistem tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan jamaah maupun petugas di Tanah Suci.
"Untuk petugas maupun jamaah, setiap pergerakan pastikan dilakukan secara buddy system. Buddy system dalam hal ini tidak berdua, kami imbau minimal tiga orang," ujar Tulus di Makkah, Selasa.
Tulus juga mengingatkan jamaah calon haji yang nantinya tiba di Makkah untuk selalu disiplin membawa kartu Nusuk saat hendak beraktivitas di luar hotel, seiring dengan pengetatan aturan masuk oleh Pemerintah Arab Saudi.
Selain itu, ia juga meminta jamaah agar tidak sembarangan memilih transportasi dan hanya menggunakan taksi resmi berwarna putih atau hijau untuk menuju Masjidil Haram. Pasalnya, hanya kendaraan resmi yang diizinkan masuk ke area masjid.
"Kalau menggunakan taksi gelap dipastikan tidak bisa masuk ke area yang dilarang. Hal ini berpotensi membuat jamaah harus turun di lokasi yang jauh dari Masjidil Haram," kata Tulus.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jamaah diimbau tak pergi sendirian, terapkan "buddy system" di Makkah
Pewarta : Citro Atmoko
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
