Wartawan Australia dipecat karena unggahan terkait Gaza
Arsip - Warga menaruh bunga mawar di atas sejumlah foto jurnalis peliput konflik Israel-Hamas di Gaza, Palestina pada aksi damai di Solo, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Aksi tersebut sebagai wujud solidaritas warga terhadap para jurnalis yang bertugas maupun rekan mereka yang tewas akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, sekaligus meminta para pemimpin dunia agar mendesak Israel menghentikan perang guna melindungi keselamatan warga sipil Palestina. ANTARAFOTO/Maulana Surya/nym.
"Saya sudah siap berjuang sepenuhnya dan ingin memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan terima kasih kepada jutaan orang yang mendukung saya," kata Antoinette Lattouf, mantan jurnalis ABC kepada wartawan di Sydney setelah menyampaikan pendapatnya dalam sidang virtual oleh Komisi Pekerjaan yang Adil.
Lattouf, yang keturunan Lebanon, dipecat bulan lalu setelah adanya upaya desakan terhadap dirinya dan ABC oleh kelompok lobi Israel di Australia.
“Ada begitu banyak dukungan di dalam negeri dan juga di luar negeri,” kata Lattouf, yang dalam pengaduannya menyatakan bahwa salah satu alasan pemecatannya adalah karena ras.
“Ini adalah kasus yang sangat penting karena ini bukan hanya tentang saya, ini tentang kebebasan berpendapat, ini tentang rasisme,” katanya, menegaskan.
Menurut Lattouf, kasusnya itu penting karena "ini menyangkut peran penting jurnalis dalam pengungkapan kebenaran."
Perusahaan media ABC memecat Lattouf bulan lalu karena dia mengunggah ulang artikel Human Rights Watch (HRW) tentang wilayah kantong Palestina yang terkepung di platform Instagram.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wartawan Australia dipecat gara-gara unggahan tentang Gaza
Pewarta : Atman Ahdiat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG sebut Gempa yang mengguncang NTT dipicu akibat aktivitas Lempeng Indo-Australia
21 April 2026 11:27 WIB
Menteri ESDM Bahlil alihkan impor LPG dari daerah Timur Tengah ke Amerika Serikat dan Australia
06 April 2026 15:09 WIB
Ikan angoli dan kerapu Kepri tembus pasar Australia, ekspor perdana capai ratusan Juta
01 March 2026 12:29 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Arab Saudi tegaskan angkut jemaah haji ilegal didenda 50.000 riyal dan hukuman penjara
07 May 2026 12:28 WIB