Pemprov Kepri sediakan 70 ribu bibit cabai gerakan ASN menanam
Jumat, 24 Mei 2024 7:48 WIB
Kepala DKP2KH Provinsi Kepri Rika Azmi. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyediakan 70 ribu bibit cabai merah dan hijau untuk program gerakan aparatur sipil negara (ASN) menanam cabai.
"Gerakan menanam cabai ini melibatkan seluruh ASN di lingkup Pemprov Kepri," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri Rika Azmi di Tanjungpinang, Kamis.
Ia menyebut program ASN menanam cabai tersebut mulai dilaksanakan pada awal Juni 2024. Hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar pemerintah daerah giat menanam cabai.
Pihaknya juga sudah menyurati seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri agar mengerahkan jajaran ASN menanam cabai di area rumah masing-masing.
"Tiap-tiap ASN dapat sepuluh bibit cabai merah dan hijau," ujar Rika.
Ia menyampaikan bahwa bibit cabai tersebut diperoleh dari kelompok tani yang sebelumnya mendapatkan bantuan bibit cabai dari pemerintah pusat melalui dana APBN.
Gerakan ASN menanam cabai diharapkan dapat menekan angka inflasi, karena harga cabai di pasaran kerap memicu terjadinya inflasi di daerah tersebut. Selain itu, juga sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.
"Minimal, ASN mampu memenuhi kebutuhan cabai sendiri tanpa membeli di pasaran, apalagi Kepri bukan daerah penghasil dan kebutuhan cabai dipasok dari luar daerah," ujar Rika.
Lanjutnya menyampaikan bahwa DKP2KH Kepri akan mengerahkan tim penyuluh pertanian mendampingi program ASN menanam cabai supaya tumbuh dan subur.
"Kami juga akan melakukan sosialisasi penanaman cabai secara daring kepada ASN sebelum program gerakan menanam cabai ini dimulai," demikian Rika Azmi.
Ia menambahkan DKP2KH Kepri turut membagikan 35 ribu bibit cabai gratis kepada masyarakat di tujuh kabupaten/kota setempat. Program itu sudah mulai berjalan di pertengahan Mei 2024 dan masih berlangsung sampai saat ini.
"Gerakan menanam cabai ini melibatkan seluruh ASN di lingkup Pemprov Kepri," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri Rika Azmi di Tanjungpinang, Kamis.
Ia menyebut program ASN menanam cabai tersebut mulai dilaksanakan pada awal Juni 2024. Hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar pemerintah daerah giat menanam cabai.
Pihaknya juga sudah menyurati seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri agar mengerahkan jajaran ASN menanam cabai di area rumah masing-masing.
"Tiap-tiap ASN dapat sepuluh bibit cabai merah dan hijau," ujar Rika.
Ia menyampaikan bahwa bibit cabai tersebut diperoleh dari kelompok tani yang sebelumnya mendapatkan bantuan bibit cabai dari pemerintah pusat melalui dana APBN.
Gerakan ASN menanam cabai diharapkan dapat menekan angka inflasi, karena harga cabai di pasaran kerap memicu terjadinya inflasi di daerah tersebut. Selain itu, juga sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.
"Minimal, ASN mampu memenuhi kebutuhan cabai sendiri tanpa membeli di pasaran, apalagi Kepri bukan daerah penghasil dan kebutuhan cabai dipasok dari luar daerah," ujar Rika.
Lanjutnya menyampaikan bahwa DKP2KH Kepri akan mengerahkan tim penyuluh pertanian mendampingi program ASN menanam cabai supaya tumbuh dan subur.
"Kami juga akan melakukan sosialisasi penanaman cabai secara daring kepada ASN sebelum program gerakan menanam cabai ini dimulai," demikian Rika Azmi.
Ia menambahkan DKP2KH Kepri turut membagikan 35 ribu bibit cabai gratis kepada masyarakat di tujuh kabupaten/kota setempat. Program itu sudah mulai berjalan di pertengahan Mei 2024 dan masih berlangsung sampai saat ini.
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Kepri terbitkan surat edaran gerakan mengambil rapor bersama ayah
19 December 2025 5:33 WIB
Pemkab Natuna siapkan bahan pokok untuk Gerakan Pangan Murah di pulau penyangga
23 November 2025 18:46 WIB
Bulog Tanjungpinang salurkan 1 ton beras dan 300 liter Minyakita 300 via GPM
13 October 2025 18:28 WIB
Upaya menstabilkan harga pangan di perbatasan melalui gerakan pangan murah
14 September 2025 11:21 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelindo Tanjungpinang layani 221.466 penumpang selama Natal dan Tahun baru
24 January 2026 18:19 WIB