Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 81 perusahaan pembuat kapal, industri pendukung, serta perusahaan minyak dan gas internasional tujuh negara ambil bagian dalam kegiatam Marine Batam Expo atau MBE IV/2011 di Pacific Palace Hotel, Kota Batam, 12-15 Oktober.
Project Manager Muaradvance Internasional, Rulianto Toeloes selaku penyelenggara, Rabu mengatakan, perusahaan yang ambil bagian berasal dari Singapura, Malaysia, China, Norwegia, Prancis, Australia, Amerika Serikat, selain Indonesia.
"Kegiatan seperti ini kami harap menciptakan iklim investasi yang membaik dan memberikan informasi terbaru bagi pelaku usaha tentang perkembangan industri perkapalan serta minyak dan gas," kata dia.
Rulianto mengatakan, dengan banyaknya peserta dari luar negeri diharapkan pengusaha lokal bisa belajar dan mengembangkan industri mereka agar mampu bersaing dengan produk asing.
"Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan industri dalam negeri," kata Rulianto.
Menurut Rulianto, sejak penyelenggaraan pertama pada 2008 penyelenggaraan MBE telah mendapat perhatian besar kalangan pengusaha perkapalan dan masyarakat internasional.
"Hal tersebut tidak lepas dari daya tarik Batam yang sudah ditetapkan menjadi salah satu kota industri maritim terbesar di Indonesia. Selain itu, dengan status kawasan perdagangan bebas (FTZ) dan letak Batam yang berada di jalur pelayaran internasional juga memiliki daya tarik tersendiri," tambah dia.
Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Soejono berharap MBE dapat meningkatkan industri maritim dalam negeri dan mampu menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia.
"Sektor maritim saat ini menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah. Serta diharapakan dapat diandalkan untuk mendongkrak perekonomian," kata Soejono setelah membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, peluang untuk mengembangkan industri maritim dan perkapalan di Indonesia masih sangat terbuka dan memiliki pasar dalam negeri yang menjanjikan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Ahmad Hijazi mengharapkan kegiatan ini dapat member pengaruh yang signifikan terhadap industri di Batam.
"Sampai 2011 jumlah perusahaan galangan kapal di Batam mencapai 119 perusahaan, dan terbukti mampu mendorong perekonomian. Dengan kegiatan seperti ini potensi meningkatkan perekonomian dari industri maritim sangat terbuka," kata Hijazi.
(pso-292/B012)
Perusahaan Internasional Ikut Batam Marine Expo
Rabu, 12 Oktober 2011 18:16 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka
06 June 2026 12:21 WIB
Pemkot Batam dukung usulan bebas visa kunjungan bagi 8 negara dongkrak kunjungan wisman
05 June 2026 14:59 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB