Aktvis Mahasiswa Desak Pemerintah Tangani Kelangkaan Premium
Selasa, 25 Oktober 2011 16:53 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Aktivis gerakan mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, serius menangani permasalahan kelangkaan premium dan solar.
"Kelangkaan premium dan solar jangan dianggap sebelah mata, karena merupakan permasalahan serius yang harus ditangani pemerintah bersama Pertamina dan kepolisian," kata Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang, Askarmen Harun, Selasa.
Jika kuota premium dan solar yang didistribusikan pihak Pertamina ke stasiun pengisian bahan bakar di Tanjungpinang sesuai dengan kebutuhan, maka pemerintah dan pihak kepolisian berkewajiban mencari pelaku yang menyebabkan bahan bakar tersebut menjadi langka di pasaran.
"Kuat dugaan kelangkaan premium dan solar di Tanjungpinang disebabkan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan," ungkapnya.
Pemerintah Kota Tanjungpinang dinilainya lambat menangani permasalahan kelangkaan solar dan premium tersebut, karena permasalahan itu sudah lama terjadi.
Semestinya pemerintah harus lebih serius mengatasi permasalahan itu, ketimbang sibuk menggelar kegiatan seremonial karena kelangkaan solar dan premium dapat menghambat kegiatan masyarakat dan pemerintahan.
"Kami menilai pemerintah lebih menyukai kegiatan serimonial, daripada mengurusi permasalahan solar dan premium. Padahal bahan bakar itu sangat dibutuhkan untuk berbagai kegiatan," katanya.
Kelangkaan solar terjadi sekitar dua bulan lalu. Solar bersubsidi diduga digunakan untuk kepentingan penambangan.
"Sedangkan, kelangkaan premium seperti penyakit yang terkadang sembuh dan kemudian kambuh lagi. Kelangkaan premium, uniknya, terjadi setiap Minggu hingga Selasa," ujarnya.
Sejak premium langka, jumlah pedagang eceran bahan bakar itu semakin banyak di kaki lima Tanjungpinang.
Mereka membeli di SPBU dan menjual ke konsumen dalam botol-botol plastik volume 1,5 liter.
(KR-NP/A013)
"Kelangkaan premium dan solar jangan dianggap sebelah mata, karena merupakan permasalahan serius yang harus ditangani pemerintah bersama Pertamina dan kepolisian," kata Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tanjungpinang, Askarmen Harun, Selasa.
Jika kuota premium dan solar yang didistribusikan pihak Pertamina ke stasiun pengisian bahan bakar di Tanjungpinang sesuai dengan kebutuhan, maka pemerintah dan pihak kepolisian berkewajiban mencari pelaku yang menyebabkan bahan bakar tersebut menjadi langka di pasaran.
"Kuat dugaan kelangkaan premium dan solar di Tanjungpinang disebabkan penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan," ungkapnya.
Pemerintah Kota Tanjungpinang dinilainya lambat menangani permasalahan kelangkaan solar dan premium tersebut, karena permasalahan itu sudah lama terjadi.
Semestinya pemerintah harus lebih serius mengatasi permasalahan itu, ketimbang sibuk menggelar kegiatan seremonial karena kelangkaan solar dan premium dapat menghambat kegiatan masyarakat dan pemerintahan.
"Kami menilai pemerintah lebih menyukai kegiatan serimonial, daripada mengurusi permasalahan solar dan premium. Padahal bahan bakar itu sangat dibutuhkan untuk berbagai kegiatan," katanya.
Kelangkaan solar terjadi sekitar dua bulan lalu. Solar bersubsidi diduga digunakan untuk kepentingan penambangan.
"Sedangkan, kelangkaan premium seperti penyakit yang terkadang sembuh dan kemudian kambuh lagi. Kelangkaan premium, uniknya, terjadi setiap Minggu hingga Selasa," ujarnya.
Sejak premium langka, jumlah pedagang eceran bahan bakar itu semakin banyak di kaki lima Tanjungpinang.
Mereka membeli di SPBU dan menjual ke konsumen dalam botol-botol plastik volume 1,5 liter.
(KR-NP/A013)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri hadirkan pangan murah melalui gerakan pangan murah serentak 2026
13 February 2026 15:19 WIB
Gubernur Kepri terbitkan surat edaran gerakan mengambil rapor bersama ayah
19 December 2025 5:33 WIB
Pemkab Natuna siapkan bahan pokok untuk Gerakan Pangan Murah di pulau penyangga
23 November 2025 18:46 WIB
Bulog Tanjungpinang salurkan 1 ton beras dan 300 liter Minyakita 300 via GPM
13 October 2025 18:28 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB