Lion Air Segera Bangun Hanggar di Batam
Sabtu, 29 Oktober 2011 18:23 WIB
Kepala BP Batam Mustofa Widjaja,kiri, dan Dirut Lion Air Rusdi Kirana serah terima naskah persetujuan. (kepri.antaranews.com/Foto Humas BP Batam)
Batam (ANTARA Kepri) - Maskapai penerbangan nasional Lion Air segera mulai membangun hanggar pemeliharaan dan perbaikan armada pesawatnya di lahan seluas 4 hektare di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.
Naskah persetujuan investasi itu ditandatangani Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) Mustofa Widjaja dan Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana pada Jumat (28/10), kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Sabtu.
Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengatakan, investasi Lion Air sebagai penanda era baru tahapan pengembangan Bandara Hang Nadim dari hanya melayani penumpang dan barang ke pelayanan perawatan dan perbaikan pesawat terbang.
Pada tahap pertama kerja sama dengan BP Batam, Lion Air menyewa lokasi di kompleks Bandara Hang Nadim untuk jangka waktu 25 tahun
Lion Air (PT Lion Mentari) akan membangun hanggar itu pada Desember 2011 sehingga bisa mulai beroperasi pada November-Desember 2012.
Pada tahap pertama, hanggar tersebut akan melayani perawatan dua pesawatnya.
Saat ini Lion Air baru memiliki hanggar di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, yang bersifat sementara, dan berencana menjadikan hanggar di Batam sebagai "hub" perawatan pesawatnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Menurut Djoko, dengan hanggar di kawasan Bandara Hang Nadim yang luasnya mencukupi, terbuka kemungkinan bagi Lion Air untuk memindahkan semua perawatan armada pesawatnya ke Batam.
Lion Air memilih Batam untuk menunjang pengembangan bisnisnya karena kompleks Bandara Hang Nadim sangat luas serta 4.025 meter landasan pacunya merupakan yang terpanjang di Indonesia.
Selain itu, kata Djoko, Lion air menilai Batam yang berstatus daerah kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas didukung pelayanan birokrasi yang probisnis.
Lion Air telah memasuki usia ke-12 dan kini mengoperasikan 90 buah pesawat terbang.
Mengutip Rusdi, Djoko mengatakan maskapai tersebut berencana mengoperasikan 230 hingga 240 pesawat pada 2017.
Dengan armada sekarang, Lion Air per hari melakukan 500 penerbangan domestik dari Lhokseumawe, Aceh, hingga ke Nabire, Papua, untuk 80.000 penumpang dan berencana mulai akhir 20012 meningkatkan menjadi 100.000 orang penumpang/hari.
Perkembangan tersebut memerlukan dukungan berupa hanggar agar dapat menghemat biaya operasional perawatan pesawat, selain guna menyerap tenaga kerja serta melaksanakan alih teknologi penerbangan.
Rusdi Kirana, kata Direktur PSTP dan Humas BP Batam, mengharapkan kerja sama antara BP Batam dengan Lion Air tidak hanya pada pembangunan sarana pemeliharaan pesawat untuk kebutuhan Lion Air, melainkan berkembang untuk melayani perbaikan armada pesawat pihak ketiga.
Bandara Internasional Hang Nadim mampu didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 747, dilengkapi dengan apron seluas 110.541 m persegi, terminal berfasilitas empat garbarata dengan daya tampung sebanyak 3.300.000 orang/tahun, kapasitas penyimpanan barang sebanyak 16.230 ton, serta kapasitas penyimpanan bahan bakar sebanyak 52.000 kiloliter.
(A013/N002)
Naskah persetujuan investasi itu ditandatangani Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) Mustofa Widjaja dan Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana pada Jumat (28/10), kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Sabtu.
Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengatakan, investasi Lion Air sebagai penanda era baru tahapan pengembangan Bandara Hang Nadim dari hanya melayani penumpang dan barang ke pelayanan perawatan dan perbaikan pesawat terbang.
Pada tahap pertama kerja sama dengan BP Batam, Lion Air menyewa lokasi di kompleks Bandara Hang Nadim untuk jangka waktu 25 tahun
Lion Air (PT Lion Mentari) akan membangun hanggar itu pada Desember 2011 sehingga bisa mulai beroperasi pada November-Desember 2012.
Pada tahap pertama, hanggar tersebut akan melayani perawatan dua pesawatnya.
Saat ini Lion Air baru memiliki hanggar di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, yang bersifat sementara, dan berencana menjadikan hanggar di Batam sebagai "hub" perawatan pesawatnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Menurut Djoko, dengan hanggar di kawasan Bandara Hang Nadim yang luasnya mencukupi, terbuka kemungkinan bagi Lion Air untuk memindahkan semua perawatan armada pesawatnya ke Batam.
Lion Air memilih Batam untuk menunjang pengembangan bisnisnya karena kompleks Bandara Hang Nadim sangat luas serta 4.025 meter landasan pacunya merupakan yang terpanjang di Indonesia.
Selain itu, kata Djoko, Lion air menilai Batam yang berstatus daerah kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas didukung pelayanan birokrasi yang probisnis.
Lion Air telah memasuki usia ke-12 dan kini mengoperasikan 90 buah pesawat terbang.
Mengutip Rusdi, Djoko mengatakan maskapai tersebut berencana mengoperasikan 230 hingga 240 pesawat pada 2017.
Dengan armada sekarang, Lion Air per hari melakukan 500 penerbangan domestik dari Lhokseumawe, Aceh, hingga ke Nabire, Papua, untuk 80.000 penumpang dan berencana mulai akhir 20012 meningkatkan menjadi 100.000 orang penumpang/hari.
Perkembangan tersebut memerlukan dukungan berupa hanggar agar dapat menghemat biaya operasional perawatan pesawat, selain guna menyerap tenaga kerja serta melaksanakan alih teknologi penerbangan.
Rusdi Kirana, kata Direktur PSTP dan Humas BP Batam, mengharapkan kerja sama antara BP Batam dengan Lion Air tidak hanya pada pembangunan sarana pemeliharaan pesawat untuk kebutuhan Lion Air, melainkan berkembang untuk melayani perbaikan armada pesawat pihak ketiga.
Bandara Internasional Hang Nadim mampu didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 747, dilengkapi dengan apron seluas 110.541 m persegi, terminal berfasilitas empat garbarata dengan daya tampung sebanyak 3.300.000 orang/tahun, kapasitas penyimpanan barang sebanyak 16.230 ton, serta kapasitas penyimpanan bahan bakar sebanyak 52.000 kiloliter.
(A013/N002)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diskan Batam bina kelompok pembudidaya ikan air tawar bioflok di pulau terpencil
05 May 2026 17:28 WIB
Pemkab Kepulauan Anambas kirim sampel makanan SPPG Air Asuk ke Batam untuk di uji
17 April 2026 17:43 WIB
Polres Natuna salurkan bantuan air bersih ke masyarakat kampung nelayan Puak
07 April 2026 16:23 WIB
Polres Natuna salurkan bantuan 8.000 liter air bersih ke warga terdampak kemarau
02 April 2026 11:23 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Jangan asal pasang! PLN Batam bagikan tips rencanakan instalasi listrik rumah baru
12 May 2026 14:22 WIB