Disbudpar Batam kenakan busana daerah di bulan kemerdekaan
Kamis, 22 Agustus 2024 18:48 WIB
Disbudpar Batam kenakan busana daerah di bulan kemerdekaan (ANTARA/HO-Disbudpar Batam)
Batam (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Kepulauan Riau mengenakan busana daerah di bulan kemerdekaan kepada seluruh pegawai di lingkungan dinas tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan seluruh pegawai Disbudpar mengenakan pakaian adat sejumlah daerah di Indonesia, seperti pakaian adat Bugis, Sunda, Melayu, Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Batak Toba, Batak Simalungun, Sumatera Barat, Betawi, Jawa, Makassar, Sulawesi Utara, Dayak, Papua dan lainnya.
“Ini menunjukkan rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa mulai dari Sabang sampai Merauke. Disamping itu kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan budaya yang unik dan beragam," ujar Ardi di Batam, Kamis.
Untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI, pihaknya juga telah menggelar berbagai lomba yang dilaksanakan di lantai tiga gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, di antaranya lomba estafet sarung, rebutan kursi, tebak kata, pesan berantai, rolling kardus, memasukkan pipet ke dalam botol, estafet karet dan lomba mencari sepatu.
Ia menyampaikan lomba-lomba ini diikuti seluruh staf di lingkungan Disbudpar.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menciptakan suasana kebersamaan dan menambah rasa kekompakan khususnya di lingkungan Disbudpar dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai agar kedepannya bisa bekerja lebih semangat dan lebih baik lagi,” kata Ardi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan seluruh pegawai Disbudpar mengenakan pakaian adat sejumlah daerah di Indonesia, seperti pakaian adat Bugis, Sunda, Melayu, Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Batak Toba, Batak Simalungun, Sumatera Barat, Betawi, Jawa, Makassar, Sulawesi Utara, Dayak, Papua dan lainnya.
“Ini menunjukkan rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa mulai dari Sabang sampai Merauke. Disamping itu kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan budaya yang unik dan beragam," ujar Ardi di Batam, Kamis.
Untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI, pihaknya juga telah menggelar berbagai lomba yang dilaksanakan di lantai tiga gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, di antaranya lomba estafet sarung, rebutan kursi, tebak kata, pesan berantai, rolling kardus, memasukkan pipet ke dalam botol, estafet karet dan lomba mencari sepatu.
Ia menyampaikan lomba-lomba ini diikuti seluruh staf di lingkungan Disbudpar.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menciptakan suasana kebersamaan dan menambah rasa kekompakan khususnya di lingkungan Disbudpar dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai agar kedepannya bisa bekerja lebih semangat dan lebih baik lagi,” kata Ardi.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB
Pemkot sebut sistem bioflok solusi lahan terbatas untuk budidaya ikan di Batam
09 May 2026 10:53 WIB
Dinkes Batam targetkan penurunan angka kematian ibu dan bayi lewat intervensi ahli
08 May 2026 13:26 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bappenas: Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat bisa jadi destinasi wisata
11 April 2026 11:35 WIB
Harga tiket reri Singapura-Batam naik, Disbudpar pastikan wisata tetap normal
13 March 2026 15:42 WIB
Sering ngantuk saat puasa? Ahli Gizi: Jangan andalkan kopi saat sahur, ini risikonya
24 February 2026 17:36 WIB