Karimun (ANTARA Kepri) - Kapal pengangkut barang Kapal Motor Sampurna Sejati GT 214 berbendera Indonesia, Jumat dinihari tenggelam setelah menabrak kapal super kargo di Selat Philips kawasan Selat Malaka, sementara semua awak kapal dikabarkan selamat.
"Seluruh kru kapal diselamatkan tim Search and Rescue (SAR) Lanal Tanjung Balai Karimun dan selanjutnya dievakuasi ke Makolanal," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Sawa, di Markas Komando Pangkalan Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Operasi itu dipimpin Perwira Staf Operasi Lanal Tanjung Balai Karimun Kapten Laut (P) Agus Yunianto dngan menggunakan kapal patroli keamanan laut, Sea Rider.
Perwira Pelaksana Mayor Laut (P) Ashari Sunan Abidin mengatakan, mengatakan posisi kejadian tersebut di 103.3361 bujur timur dan 1008.885 lintang utara.
Saat tim Lanal Tanjung Balai Karimun tiba di lokasi kejadian, separuh badan kapal sudah tenggelam.
Tim sampai di lokasi kejadian sekitar pukul 06.45 WIB, seluruh kru kapal sudah mengapung di laut. Satu per satu kru kapal dievakuasi ke atas kapal SAR Lanal.
"Beberapa kru kapal yang luka-luka ringan segera diobati petugas kesehatan Lanal dan sebagian lain sudah dipulangkan," jelasnya.
Berdasarkan penuturan nakhoda kapal, Fauzi, kapal yang itu berangkat dari Jurong, Singapura sekitar pukul 02.00 WIB menuju pelabuhan Tanjung Balai Karimun, sekitar pukul 03.30 WIB tiba-tiba di Perairan Selat Phillips muncul kapal super kargo warna hitam dari arah Takong Hiu menuju perairan Malaysia.
"Kami sudah berusaha mematikan mesin untuk mengurangi laju kapal dan memutar haluan, namun tabrakan tidak dapat dihindari. Haluan kanan kapal kami menabrak kapal super kargo itu," katanya.
Setelah kejadian tersebut rangka kapal pecah dan kapalnya mengalami kebocoran besar, seketika air laut memenuhi lambung kapal.
Selanjutnya dia, memerintahkan seluruh krunya untuk mengenakan jaket pelampung.
Dirinya berusaha mencari pertolongan dan membakar kain untuk memicu asap, agar kapal lain tahu bahwa pihaknya butuh pertolongan.
Namun usahanya sia-sia, tidak satupun kapal yang mendekat.
Dalam situasi itu, salah seorang kru kapal yakni Tia Sui Tie menghubungi Kwan Li alias Muhdi selaku pemilik kapal untuk meminta pertolongan.
Pemilik kapal, begitu mendapat laporan dari anak buahnya, segera menghubungi Lanal Tanjungbalai Karimun untuk meminta pertolongan.
Ditemui di Makolanal, pemilik kapal Kwan Li mengatakan terkait tenggelamnya kapal itu, pihaknya mengalami kerugian materiil sekitar Rp1,5 miliar yang meliputi harga kapal, "crane" beserta muatannya.
(KR-HAM/A013)
Sampurna Sejati Tenggelam Tabrak Kapal Super Kargo
Jumat, 3 Februari 2012 16:55 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polda Kepri bersama Polresta Barelang tangkap jaringan pencuri lintas provinsi
02 February 2026 14:46 WIB
Polda Kepri selidiki scam website perbankan yang membuat rugi pengusaha Batam
01 February 2026 19:51 WIB