Baswaslu Natuna perkuat kapasitas jajaran cegah sengketa pilkada
Sabtu, 16 November 2024 8:44 WIB
Foto bersama usai pembukaan bimtek PTPS di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (15/11/2024) malam. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memperkuat kapasitas jajarannya untuk mencegah terjadinya sengketa yang berpotensi pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL).
Ketua Bawaslu Kabupaten Natuna Siswandi di Natuna, Sabtu, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas itu dengan memberikan bimbingan teknis (bimtek).
Disebutkan pula bahwa semua jajarannya mulai dari pengawas kecamatan, desa dan kelurahan telah ikut bimtek.
Terbaru, pihaknya memberikan bimtek kepada pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).
Kegiatan yang dibuka pada hari Jumat (15/11) malam itu dilaksanakan selama 2 hari di salah satu penginapan, Kecamatan Bunguran Timur.
"Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait aturan kepada PTPS yang baru dilantik," ucap dia.
Selain bimtek, PTPS juga dibekali dengan buku saku terkait dengan aturan pilkada. Buku ini sebagai pegangan PTPS apabila saat melakukan pekerjaan lupa dengan aturan-aturan.
"Nantinya PTPS juga akan diberikan penguatan oleh panwaslu kecamatan," ujarnya.
Sementara itu, anggota KPU Kabupaten Natuna Eryanto mengatakan bahwa pihaknya juga menyelenggarakan bimtek dengan peserta terdiri atas panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
"Kami berikan bimtek kepada badan ad hoc pada pekan pertama dan kedua November 2024," ucapnya.
Dijelaskan pula bahwa bimtek diberikan berulang mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Dengan adanya bimtek, Eryanto berharap badan ad hoc bisa bekerja dengan tenang.
"Bimtek ini perlu untuk meminimalisasi pelanggaran pilkada yang berpotensi terjadi sengketa," kata dia.
Ketua Bawaslu Kabupaten Natuna Siswandi di Natuna, Sabtu, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas itu dengan memberikan bimbingan teknis (bimtek).
Disebutkan pula bahwa semua jajarannya mulai dari pengawas kecamatan, desa dan kelurahan telah ikut bimtek.
Terbaru, pihaknya memberikan bimtek kepada pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).
Kegiatan yang dibuka pada hari Jumat (15/11) malam itu dilaksanakan selama 2 hari di salah satu penginapan, Kecamatan Bunguran Timur.
"Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait aturan kepada PTPS yang baru dilantik," ucap dia.
Selain bimtek, PTPS juga dibekali dengan buku saku terkait dengan aturan pilkada. Buku ini sebagai pegangan PTPS apabila saat melakukan pekerjaan lupa dengan aturan-aturan.
"Nantinya PTPS juga akan diberikan penguatan oleh panwaslu kecamatan," ujarnya.
Sementara itu, anggota KPU Kabupaten Natuna Eryanto mengatakan bahwa pihaknya juga menyelenggarakan bimtek dengan peserta terdiri atas panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
"Kami berikan bimtek kepada badan ad hoc pada pekan pertama dan kedua November 2024," ucapnya.
Dijelaskan pula bahwa bimtek diberikan berulang mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Dengan adanya bimtek, Eryanto berharap badan ad hoc bisa bekerja dengan tenang.
"Bimtek ini perlu untuk meminimalisasi pelanggaran pilkada yang berpotensi terjadi sengketa," kata dia.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kepri raih penghargaan sebagai badan publik informatif untuk kelima kalinya
11 December 2025 13:37 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB