Batam (ANTARA Kepri) - Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Kasam, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang direncankan mampu memasok daya listrik sebesar 2x55 MW pada akhir 2012 membutuhkan pasokan 40 ribu ton batubara per bulan.

"Jika nanti semua pembangkit sudah beroperasi, maka setiap bulan membutuhkan 40 ribu ton batubara," kata  Direktur Teknik PT Pelayanan Listrik Nasional (PT PLN Batam/anak perusahaan PT PLN Persero) Tagor Sijabat di Batam, Selasa.

Ia mengatakan untuk pembangkit pertama direncanakan beroperasi pada sekitar Juli 2012. Sementara pembangkit kedua direncanakan beroperasi akhir 2012.

"Pasokan batubara semua akan didatangkan dari Kalimantan Timur. Agar pasokan listrik tidak terganggu, PLTU Tanjung Kasam didesain memiliki stok batubara untuk pengoperasian pembangkit selama 20 hari," katanya.

Ia mengatakan PT PLN Batam telah mengkikat kontrak selama 15 tahun dengan PT Kideco Jaya Agung untuk keberlangsungannya penyaluran tenaga listrik pembangkit tersebut.

"Saat ini sebanyak 15 ribu ton batubara telah tiba di Batam yang akan dilakukan untuk ujicoba pembangkit unit satu sebelum diresmikan penggunaan untuk komersial pada Juli nanti," kata Tigor.

Tagor mengatakan batubara tersebut memiliki kandungan 4.700 kilo kalori per kilogram untuk pembangkit  listrik PLTU Tanjung Kasam yang memiliki kapasitas 2x55 MW.

Pembangkit Tanjung Kasam direncanakan akan mampu memasok sebagian kebutuhan listrik di Kota Batam yang memiliki beban puncak sebesar 266 MW pada pukul 14.00 WIB dan kebutuhan lain daerah sekitar Batam.

PT PLN Batam berencana melakukan interkoneksi dengan Pulau Bintan diseberag bila dua pembangkit di PLTU Tanjung Kasam tersebut sudah beroperasi.

Interkoneksi direncanakan akan melalui kabel bawah laut dengan jarak sekitar empat kilometer dari Batam menuju Tanjung Uban di Pulau Bintan. (KR-LNO/M008)