Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Partai Hati Nurani Rakyat bersikap netral dalam menghadapi Pilkada Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, namun seluruh kader dan simpatisan didorong untuk tetap menggunakan hak suaranya.

"Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tidak berpihak, karena mendukung kandidat pada saat ini, tidak berarti apa-apa," ungkap Ketua DPD Partai Hanura Kepulauan Riau (Kepri), Amir Hakim Siregar, Rabu.

Ia mengatakan, DPC Hanura Tanjungpinang merekomendasikan untuk bersikap netral pada pilkada kepada DPD Hanura Kepri. Sikap itu tidak disesali, meski Hanura Tanjungpinang memiliki satu kursi di lembaga legislatif.

Sikap itu lebih baik daripada mendukung kandidat yang bukan berasal dari internal partai. Karena kemungkinan terjadi perpecahan di antara partai pendukung jika kandidat tidak berasal dari internal partai.

"Kami tidak melihat itu sebagai kelemahan pengurus DPC Hanura Tanjungpinang. Justru kami berpikir positif bahwa ini rahmat dari Allah," katanya.

Siregar mengemukakan, jauh sebelum calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang ditetapkan, beberapa figur yang ingin mencalonkan diri sudah melakukan pendekatan dengan Hanura. Bahkan beberapa figur melakukan lobi langsung ke pengurus pusat.

Namun pengurus pusat tetap komitmen menyerahkan sepenuhnya permasalahan Pilkada Tanjungpinang tahun 2012 kepada pengurus daerah. Kemudian sebelum penetapan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Hanura Tanjungpinang mengusung Azhar, ketuanya, sebagai figur yang diusung pada pilkada, namun hal itu gagal direalisasikan karena pasangannya tidak bersedia mencalonkan diri.

"Saya pikir strategi politik yang dilakukan Hanura dalam mengusung kader internalnya sudah diketahui publik. Itu perjuangan dari niat yang baik, meski hasilnya tidak sesuai dengan harapan," ujarnya.

KPU Tanjungpinang telah menetapkan empat pasang calon wali kota dan wakil wali kota yaitu Maya Suryanti-Tengku Dahlan, Lis Darmansyah-Syahrul, Hendry Frankim-Yusrizal dan Husnizar Hood-Rudy Chua. (NP/E001)

Editor: Rusdianto