Panwaslu Kepri: Data Kepengurusan Partai Mudah Dimanipulasi
Minggu, 7 Oktober 2012 19:20 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Panitia Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau mengindikasikan data kepengurusan partai politik calon peserta Pemilu 2014 mudah dimanipulasi.
"Pemalsuan data kepengurusan fiktif dapat terjadi dan tidak terungkap jika pengawasan lemah. Isu manipulasi data pengurusan partai menguap pada Pemilu 2009," kata Ketua Panwaslu Kepri Razaki Persada, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Minggu.
Razaki mengatakan, daftar nama anggota partai dan sekretariat fiktif dapat terjadi dan tidak diketahui KPU jika proses verifikasi faktualnya tidak maksimal. Apalagi lembaga penyelenggara pesta demokrasi tidak secara keseluruhan memeriksa kartu tanda anggota partai politik, melainkan hanya mengambil sampel sebanyak 10 persen.
Contohnya, jumlah penduduk Tanjungpinang 227.351 orang, maka jumlah pengurus dan kartu tanda anggota partai yang dilaporkan minimal sebanyak 227 orang atau satu banding seribu dari jumlah penduduk.
"Namun yang diverifikasi hanya 10 persen dari 227 anggota partai yang dilaporkan," ungkapnya.
Menurut dia, jumlah calon peserta Pemilu 2014 yang mendaftarkan kepengurusannya di kabupaten/kota di Kepri cukup banyak, seperti di Tanjungpinang sebanyak 25 partai. Dengan jumlah tersebut dapat dipastikan proses verifikasi faktual terhadap kepengurusan, sekretariat, dan kartu tanda anggota partai membutuhkan energi yang besar.
"KPU kabupaten/kota akan melakukan verifikasi faktual terhadap data kepengurusan, kantor, dan kartu tanda anggota partai pada 26 Oktober-26 November 2012. Kami juga akan mengawasinya, dengan mendatangi rumah anggota partai," katanya.
Peranan Panwas Kecamatan cukup besar untuk mengawasi proses verifikasi faktual calon peserta pemilu. Panwas Kecamatan merupakan ujung tombak pengawasan, karena dapat langsung bersentuhan dengan kepengurusan partai yang diverifikasi.
"Tentunya mereka harus memiliki integritas sehingga seluruh pelanggaran yang ditemukan dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. (NP/S024)
Editor: Rusdianto
"Pemalsuan data kepengurusan fiktif dapat terjadi dan tidak terungkap jika pengawasan lemah. Isu manipulasi data pengurusan partai menguap pada Pemilu 2009," kata Ketua Panwaslu Kepri Razaki Persada, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Minggu.
Razaki mengatakan, daftar nama anggota partai dan sekretariat fiktif dapat terjadi dan tidak diketahui KPU jika proses verifikasi faktualnya tidak maksimal. Apalagi lembaga penyelenggara pesta demokrasi tidak secara keseluruhan memeriksa kartu tanda anggota partai politik, melainkan hanya mengambil sampel sebanyak 10 persen.
Contohnya, jumlah penduduk Tanjungpinang 227.351 orang, maka jumlah pengurus dan kartu tanda anggota partai yang dilaporkan minimal sebanyak 227 orang atau satu banding seribu dari jumlah penduduk.
"Namun yang diverifikasi hanya 10 persen dari 227 anggota partai yang dilaporkan," ungkapnya.
Menurut dia, jumlah calon peserta Pemilu 2014 yang mendaftarkan kepengurusannya di kabupaten/kota di Kepri cukup banyak, seperti di Tanjungpinang sebanyak 25 partai. Dengan jumlah tersebut dapat dipastikan proses verifikasi faktual terhadap kepengurusan, sekretariat, dan kartu tanda anggota partai membutuhkan energi yang besar.
"KPU kabupaten/kota akan melakukan verifikasi faktual terhadap data kepengurusan, kantor, dan kartu tanda anggota partai pada 26 Oktober-26 November 2012. Kami juga akan mengawasinya, dengan mendatangi rumah anggota partai," katanya.
Peranan Panwas Kecamatan cukup besar untuk mengawasi proses verifikasi faktual calon peserta pemilu. Panwas Kecamatan merupakan ujung tombak pengawasan, karena dapat langsung bersentuhan dengan kepengurusan partai yang diverifikasi.
"Tentunya mereka harus memiliki integritas sehingga seluruh pelanggaran yang ditemukan dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. (NP/S024)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Natuna-Kepri distribusi logistik ke PPK di pulau penyangga terdekat
24 November 2024 16:46 WIB, 2024
Bawaslu Natuna lakukan patroli pengawasan di masa tenang Pemilu 2024
12 February 2024 9:34 WIB, 2024
Panwaslu Bunguran Timur Natuna temukan dugaan "politik uang" di Natuna
16 December 2023 17:54 WIB, 2023
Bawaslu Batam ingatkan panwaslu kelurahan pentingnya gunakan tanda pengenal
09 February 2023 16:20 WIB, 2023
Bawaslu Kepri telusuri jejak rekam calon anggota panwaslu desa/kelurahan
30 January 2023 20:10 WIB, 2023
21 kelurahan di Batam perpanjang masa pendaftaran calon anggota panwaslu
21 January 2023 12:56 WIB, 2023
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Pemkot luncurkan Batam Policy Lab untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti
19 September 2026 10:58 WIB