Batam (ANTARA Kepri) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan agar semua pihak segera menghentikan polemik terkait masalah lembar kerja siswa (LKS) yang berbau "pornografi".
"Pendidikan mengenai alat reproduksi ini penting diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Namun tentunya dengan cara dan tata bahasa yang tepat sehingga maksud dari pendidikan itu sendiri bisa terpenuhi secara positif," kata Komisioner KPID Kepri, Ery Syahrial di Batam, Senin.
Ery mengatakan perlu dilakukan diskusi publik mengenai temuan LKS yang dianggap berbau pornografi agar ada titik temu penyelesaiannya.
"Yang kemarin kontra juga diundang dalam diskusi publik ini. Jangan sampai ada polemik. Intinya kami ingin yang terbaik bagi anak-anak sekolah," kata Ery.
Ia mengatakan perkembangan teknologi yang pesat seperti saat ini, Ery mengatakan pendidikan reproduksi oleh guru maupun orangtua tentunya menjadi prioritas. Jangan sampai pelajar justru mendapat informasi ini dari media lain tanpa pengawasan seperti internet.
"Ini sebenarnya penting, agar pendidikan tentang reproduksi mereka dapat secara benar. Jika belajar sendiri kami khawatir malah menjurus ke hal-hal negatif," kata dia.
Pendidikan reproduksi, kata Ery, memang ada di dalam kurikulum nasional, namun perlu diperhatikan bagaimana cara mengemas yang baik agar diterima masyarakat.
"Kondisi setiap daerah berbeda secara budaya dan kebiasaan. Maka harus dibedakan pula cara penyampaiannya pada tiap daerah," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, meminta seluruh guru untuk membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) sendiri disesuaikan dengan isi pertanyaan dengan yang dipelajari siswanya.
"Saya mendorong para guru di Batam, untuk membuat LKS sendiri disesuaikan dengan kebutuhan para murid-muridnya. Pembuatan LKS oleh para guru juga bisa meminimalisasi muatan yang tidak sesuai dengan bahan ajar utama," kata Muslim.
Muslim mencontohkan, penemuan LKS berbau pornografi di Batam beberapa pekan lalu menunjukan bahwa buatan daerah lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan siswa di Batam.
"Intinya kami ingin muatan sesuai dengan kebutuhan siswa. Jadi bisa saja LKS dibuat di Batam sendiri," kata Muslim. (KR-LNO/I014)
Editor: Dedi
KPAID: Hentikan Polemik "Pornografi" LKS
Senin, 8 Oktober 2012 21:33 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tren "mudik terbalik" saat Imlek kian populer di kalangan anak muda di China
12 February 2026 12:12 WIB
Pemkot Batam hadirkan berbagai lomba anak untuk ramaikan bazar di bulan Ramadhan
05 February 2026 14:28 WIB
Siswa SD di bunuh diri soal buku Rp10 ribu, DPR: Alarm keras bagi perlindungan anak
04 February 2026 8:58 WIB
Badan Bahasa tekankan pentingnya revitalisasi Bahasa Melayu bagi anak-anak
29 January 2026 16:48 WIB
UPTD PPA Batam tangani 338 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang tahun 2025
21 January 2026 15:51 WIB
Jaksa Agung pastikan kasus guru jadi tersangka dugaan kekerasan anak akan dihentikan
20 January 2026 16:21 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB