Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (FISIP UMRAH) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tetap bersikukuh meminta Dekan FISIP Rumzi Samin untuk mundur dari jabatannya.
Hingga hari ketiga unjuk rasa di Kampus FISIP UMRAH di Senggarang, Tanjungpinang, Rabu, mahasiswa masih bertahan dan membakar ban bekas serta replika "pocong" Dekan Rumzi Samin karena dinilai telah memecah-belah organisasi kemahasiswaan.
"Rumzi Samin harus mundur karena telah memecah organisasi kampus dan melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tanpa mengikuti aturan," kata Koordinator Aksi mahasiswa, Eki Darmawan.
Selain dinilai telah memecah mahasiswa, Rumzi Samin juga dinilai tidak layak duduk sebagai Dekan FISIP UMRAH karena bukan seorang pegawai negeri sipil (PNS).
"Rumzi Samin bukan PNS, seharusnya pemimpin fakultas adalah seoran PNS," teriak mahasiswa.
Mahasiswa yang emosi karena tidak ada pihak fakultas yang mendengarkan aspirasi mereka sempat melempari kampus dengan beberapa butir telur, namun tidak berlangsung lama.
Untuk menyampaikan aspirasinya, mahasiswa juga bergerek ke rektorat untuk menjumpai Rektor UMRAH, Maswardi M Amin.
Mahasiswa meminta Rektor UMRAH untuk mencabut SK Pengangkatan Rumzi Samin sebagai Dekan FISIP UMRAH.
Sebelumnya pada hari kedua aksi, Selasa (4/12) mahasiswa sempat bertahan dengan mendirikan tenda dan "menyegel" pintu masuk ruangan menuju kantor Dekan. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Mahasiswa Fisip Umrah Bersikukuh Minta Dekan Mundur
Rabu, 5 Desember 2012 15:32 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Setelah Anies Baswedan, FISIP UI gelar kuliah kebangsaan oleh Ganjar Pranowo
18 September 2023 8:15 WIB, 2023
FISIP UMRAH dorong berbagai pihak kolaborasi majukan suku laut di Lingga
16 December 2021 6:01 WIB, 2021
Dekan FISIP UMRAH kesal dikarantina karena kontak erat Gubernur Kepri
05 August 2020 23:13 WIB, 2020