Logo Header Antaranews Kepri

Mahasiswa Fisip UMRAH Kembali Aktif Kuliah

Jumat, 28 Maret 2014 16:15 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji, di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, berangsur-angsur kembali kuliah setelah dua pekan berdemonstrasi mendesak Prof Maswardi M Amin melepaskan jabatannya sebagai rektor.

"Aktivitas di kampus kembali pulih sejak kemarin, namun belum maksimal. Kursi-kursi kelas yang dibuang di jalan sudah dikembalikan ke ruang kelas," kata Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (Fisip UMRAH), di Tanjungpinang, Jumat.

Perkuliahan 2.200 mahasiswa Fisip UMRAH mungkin baru mulai optimal pada Senin pekan depan. Hal itu disebabkan beberapa dosen sejak kemarin hingga sekarang menggelar rapat terkait perubahan pemimpin di kampus.

"Seluruh dosen di Fisip UMRAH mulai optimal melaksanakan tugasnya Senin pekan depan. Kami mengimbau mahasiswa sudah aktif masuk kampus dan belajar," ungkapnya.

Selama sekitar dua pekan, sebagian mahasiswa UMRAH menggelar aksi unjuk rasa di gedung rektorat di Dompak, Tanjungpinang. Aksi terakhir dilaksanakan di Kantor DPRD Kepri dengan jumlah massa mencapai 800 orang.

Aksi mahasiswa berhenti setelah Komisi IV DPRD Kepri menerima informasi bahwa Rektor UMRAH Prof Maswardi M Amin mengundurkan diri. Informasi pengunduran diri rektor itu juga disampaikan dalam pertemuan antara dosen dengan Gubernur Kepri HM Sani.

Mahasiswa dan dosen yang menginginkan perubahan ke arah perbaikan di UMRAH menyambut baik keputusan rektor tersebut. Namun, mereka meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UMRAH agar kampus itu tidak terjadi kekosongan pemimpin.

"Kami berharap Kementerian Pendidikan segera menetapkan Plt Rektor UMRAH agar membentuk senat universitas. Senat akan menetapkan statuta, selanjutnya menetapkan rektor yang definitif," kata Suryadi, salah seorang dosen yang mendesak Maswardi M Amin mengundurkan diri.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026