Seorang Napi Lapas Tanjungpinang Luka Tusuk
Sabtu, 2 Maret 2013 19:08 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Beberapa narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat malam berkelahi dan seorang di antara mereka kini dirawat di rumah sakit sebab punggungnya luka tusuk.
"Korban luka tusuk bernama Usman bin Umar Saini, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Daerah Tanjungpinang," kata Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hotlan Butarbutar yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.
Ia mengatakan, perkelahian narapidana yang menghuni Blok D Lapas Tanjungpinang di Batu 18 Kijang, Bintan, terjadi pada pukul 19.30 WIB, Jumat (1/3). Korban merupakan penghuni Blok D 25 sedangkan pelaku penusukan, Joni Siswandi menghuni Blok D 26.
"Korban ditusuk satu kali menggunakan pisau dapur pada bagian punggung," ujarnya.
Hotlan menjelaskan, perkelahian terjadi di depan mushalla lapas seusai waktu shalat Isya. Saat itu korban bersama rekannya sesama narapidana bernama Fahrulrozi dan Tanaka terlibat perkelahian dengan pelaku Joni.
"Pelaku lari ke dapur di samping mushalla mengambil pisau dapur. Saat korban dan temannya berusaha merebut pisau tersebut, pelaku langsung menusuknya," katanya.
Aparat kepolisian menurut dia telah mendatangi lokasi perkelahian dan mengamankan barang bukti sebilah pisau dapur.
Korban yang dirawat di ruangan Bougenvile RSUD Tanjungpinang saat ini dijaga oleh Polisi Khusus Lapas dan belum bisa diwawancarai.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas II A yang coba dihubungi juga belum mau memberikan keterangan.
"Hubungi pihak kepolisian pak, sudah diserahkan kasusnya kepada pihak kepolisian, itu petunjuk komandan saya," kata seorang Polisi Khusus Lapas yang menjaga korban di RSUD Tanjungpinang. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Korban luka tusuk bernama Usman bin Umar Saini, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Daerah Tanjungpinang," kata Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hotlan Butarbutar yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.
Ia mengatakan, perkelahian narapidana yang menghuni Blok D Lapas Tanjungpinang di Batu 18 Kijang, Bintan, terjadi pada pukul 19.30 WIB, Jumat (1/3). Korban merupakan penghuni Blok D 25 sedangkan pelaku penusukan, Joni Siswandi menghuni Blok D 26.
"Korban ditusuk satu kali menggunakan pisau dapur pada bagian punggung," ujarnya.
Hotlan menjelaskan, perkelahian terjadi di depan mushalla lapas seusai waktu shalat Isya. Saat itu korban bersama rekannya sesama narapidana bernama Fahrulrozi dan Tanaka terlibat perkelahian dengan pelaku Joni.
"Pelaku lari ke dapur di samping mushalla mengambil pisau dapur. Saat korban dan temannya berusaha merebut pisau tersebut, pelaku langsung menusuknya," katanya.
Aparat kepolisian menurut dia telah mendatangi lokasi perkelahian dan mengamankan barang bukti sebilah pisau dapur.
Korban yang dirawat di ruangan Bougenvile RSUD Tanjungpinang saat ini dijaga oleh Polisi Khusus Lapas dan belum bisa diwawancarai.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas II A yang coba dihubungi juga belum mau memberikan keterangan.
"Hubungi pihak kepolisian pak, sudah diserahkan kasusnya kepada pihak kepolisian, itu petunjuk komandan saya," kata seorang Polisi Khusus Lapas yang menjaga korban di RSUD Tanjungpinang. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kepala lapas diduga paksa napi makan daging anjing dicopot dari jabatannya
03 December 2025 12:35 WIB
Lapas Batam kembangkan budidaya ikan nila dengan menggunakan sistem bioflok
16 September 2024 15:21 WIB, 2024
Lapas Batam optimalkan pembinaan guna cegah pengendalian narkoba oleh napi
30 August 2024 15:21 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Taufik Hidayat didakwa dengan tiga dakwaan kumulatif dalam kasus penyekapan YTR
30 September 2026 14:32 WIB
Kemenimipas ungkap Fasilitas "apartemen" Lapas Cibinong tak tercatat sebagai barang milik negara
30 September 2026 13:17 WIB