Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Pelabuhan Penyeberangan Letung dan Sedanau di Kepulauan Riau, memegang peran strategis dalam meningkatkan konektivitas warga serta memperlancar arus distribusi logistik antarwilayah.

"Keberadaan Pelabuhan Penyeberangan Letung dan Pelabuhan Penyeberangan Sedanau sangat strategis untuk memperlancar mobilitas masyarakat, kendaraan, maupun logistik antarwilayah," kata Menhub dalam peresmian kedua pelabuhan itu di Kepulauan Riau, sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.

Menhub menyampaikan Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis kepulauan yang khas, di mana transportasi laut dan penyeberangan menjadi urat nadi kehidupan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Dikatakan pembangunan pelabuhan penyeberangan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarpulau serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

"Dengan hadirnya infrastruktur ini, aksesibilitas masyarakat diharapkan dapat semakin mudah, biaya logistik semakin efisien, dan dapat mendukung produk lokal untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas," kata Menhub.

Dudy menjelaskan, sebelum adanya Pelabuhan Penyeberangan Letung, masyarakat setempat harus terlebih dahulu singgah di Matak dan menggunakan kapal tradisional dengan standar keselamatan yang tidak memadai. Hal ini membuat waktu tempuh jadi lebih lama dan berisiko.

Namun, lanjut Menhub, setelah beroperasinya pelabuhan itu, waktu perjalanan dari Tanjung Uban menuju Letung dengan jarak 283 km dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 jam. Sedangkan dari Letung menuju Matak dengan jarak 85 km bisa ditempuh dalam waktu kurang-lebih 5 jam.

"Satu hal yang sangat penting, masyarakat saat ini sudah bisa bepergian ke luar pulau dengan selamat, aman, dan nyaman, karena menggunakan kapal yang lebih baik,” kata dia.

Selain itu, Menhub menuturkan Gedung Kantor BPTD Kelas II Kepulauan Riau yang juga diresmikan menjadi simbol peningkatan kapasitas pelayanan Pemerintah di bidang transportasi darat dan penyeberangan.

Ia berharap kantor itu dapat menjadi pusat koordinasi yang modern, efisien, dan profesional dalam mendukung kebijakan konektivitas nasional.

“Saya mengajak seluruh pihak, seperti Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya. Harapannya, semoga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara berkelanjutan,” sebut Menhub Dudy.

Sementara itu, pemerintah menambah rute Kapal Motor Penyeberangan Bahtera Nusantara 01 (BN 01) lintas Pelabuhan Letung Kuala Maras menuju Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri Dini Kusumuhati Damaritan, saat dikonfirmasi dari Natuna, Kepri, Jumat, mengatakan Pelabuhan Letung Kuala Maras di Kecamatan Jemaja Timur telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Rabu (5/11/2025).

Selain beroperasi ke Pelabuhan Letung Kuala Maras, Kapal BN 01, lanjut dia, kapal roro juga menambah rute dan beroperasi ke Pelabuhan Sedanau, di Kabupaten Natuna.

"Per November 2025, BN 01 melayani Tanjung Uban- Letung Kuala Maras-Matak-Midai-Sedanau-Penagi-Subi-Sarasan-Sintete," kata dia.

Baca juga: KKP optimalkan patroli udara jaga Laut Natuna Utara

Kehadiran kapal yang mampu mengangkut penumpang, barang, serta kendaraan roda dua dan empat dalam jumlah besar itu, merupakan kesepakatan bersama dalam rapat antara Pemerintah Provinsi Kepri, Pemkab Kepulauan Anambas, Pemkab Natuna, ASDP, dan para pengawas satuan pelayanan (wasatpel) di Kepri.

"Rute itu berlaku untuk 2025 dan rencana kerja BPTD Kepri 2026 jika tidak ada perubahan lainnya," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Kadir berharap pelabuhan Kuala Maras Letung, mampu meningkatkan akses dan mobilitas antarpulau, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Selain itu, keberadaan pelabuhan juga diharapkan dapat mendorong sektor perdagangan dan pariwisata, memperluas konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan layanan publik dan fasilitas umum pemerintah.

Ia mengatakan saat ini, baru KMP Bahtera 01 yang menggunakan pelabuhan tersebut dan diharapkan ke depan akan dimanfaatkan kapal-kapal lainnya.

"Pelabuhan Letung Kuala Maras mampu melayani kapal dengan kapasitas maksimal antara 1.000 hingga 1.500 gross ton (GT)," kata Abdul Kadir



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhub: Pelabuhan Letung-Sedanau perkuat mobilitas dan logistik