Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) menyampaikan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) saat ini menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan pencegahan stunting di tengah masyarakat.

Kepala Dinkes Kepri Muhammad Bisri juga mengapresiasi peran aktif TP-PKK dalam mendukung program penurunan stunting di provinsi tersebut.

“PKK tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam memanfaatkan posyandu dan fasilitas kesehatan guna mencegah stunting pada anak,” kata Bisri dihubungi di Tanjungpinang, Sabtu.

Baca juga: Dinkes Kepri paparkan 10 kasus penyakit terbanyak ditangani 2025

Bisri menyampaikan saat ini angka stunting di Kepri berada pada 15 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, atau turun dibanding 2023 sebesar 16,8 persen.

Dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, kata dia, Kabupaten Bintan menjadi salah satu daerah dengan penurunan angka stunting yang cukup signifikan, dari 18 persen kini menjadi 11 persen.

Ia mengatakan penurunan tersebut mencerminkan kolaborasi yang baik antara PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai lini terdepan dalam pencegahan stunting.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama peduli dan bersinergi dalam menurunkan angka stunting di Kepri," ucap Bisri.

Baca juga: SPPG Bandarsyah Natuna gunakan ikan utuh di menu MBG

Terpisah, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar menyampaikan upaya mencegah stunting merupakan bagian dari 10 Program Pokok PKK, khususnya di bidang kesehatan.

Menurutnya, terdapat sejumlah program yang telah dijalankan PKK dalam upaya pencegahan stunting di Kepri, antara lain turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait bahaya serta cara mencegah stunting.

Selain itu TP-PKK juga aktif berperan bersama posyandu dalam mengumpulkan data, mengoordinasikan program, serta mencari solusi apabila ditemukan bayi dan balita yang berisiko stunting di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut Dewi Ansar menyebutkan beberapa program unggulan TP-PKK yang menyasar pencegahan stunting, seperti Program Kampung CERIA, Dapur Sehat Atasi Stunting, serta peningkatan pemenuhan gizi seimbang melalui sosialisasi konsep Isi Piringku, yaitu pola makan yang terdiri atas karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Baca juga: BMKG prakirakan cuaca Kepri hari ini berawan tebal dan berpotensi hujan

Selanjutnya Dewi menekankan penguatan sinergi dengan seluruh pihak, baik pemerintah kabupaten/kota, Dasawisma PKK, posyandu, maupun masyarakat, agar bersama-sama memantau serta cepat tanggap dalam mencegah dan menangani keluarga berisiko stunting.

Dewi yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kepri itu pun mengajak seluruh masyarakat menjaga anak-anak agar terhindar dari stunting, mengingat mereka merupakan generasi emas bagi masa depan daerah.

“Ayo, jaga anak-anak kita dari stunting. Anak sehat dan cerdas adalah cikal bakal generasi emas Kepri,” ujarnya.

Baca juga:
Polda Kepri sidang etik anggota polisi yang terlibat penggerebekan fiktif

SPPG Bandarsyah bagikan paket makanan kering saat Sekolah Fakultatif