Batam (Antara Kepri) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Batam, Kepulauan Riau, 2014 mencapai Rp1,7 triliun, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Batam Wan Darussalam.

"RAPBD Kota Batam 2014 sebesar Rp1,7 triliun," katanya dalam Musrenbang tingkat kota di Batam, Senin.

Dari RAPBD Rp1,7 triliun, Rp1,2 trilun di antaranya untuk belanja langsung.

Ia mengatakan pagu indikatif pendanaan berdasarkan fungsi SKPD. Dan rancangan alokasi dana serta informasi kegiatan yang pendanaannya berasal dari APBD I, APBD II dan APBN serta sumber pendanaan lain.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan belanja langsung harus lebih besar ketimbang belanja tidak langsung. Paling tidak perbandingannya 51:49. "Belanja langsung harus lebih besar, itu komitmennya," kata dia.

Ia meminta peserta rapat untuk memperhatikan aspirasi masyarakat dalam menyusun rencana pembangunan.

Ia mengatakan ada empat isu utama yang menjadi permasalahan utama yaitu Hak Asasi Manusia (HAM), perubahan iklim, tenaga kerja dan lingkungan.

Wali Kota juga meminta peserta rapat memperhatikan peningkatan kebutuhan dasar masyarakat di antaranya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, transportasi, rumah susun, kebersihan lingkungan, lahan untuk fasilitas umum dan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kampung tua, pengembangan kawasan perbatasan dan peningkatan investasi di Batam.

Selain itu, ia meminta seluruh  SKPD penghasil melakukan optimalisasi penerimaan daerah melalui peningkatan penggalian sumber pendapatan daerah. (Antara)

Editor: Rusdianto