Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau memperkuat kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi masuknya virus Nipah, meski hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari Kementerian Kesehatan terkait ancaman penyebarannya.
Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan langkah kewaspadaan terhadap virus Nipah tetap dijalankan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau Early Warning Alert and Response System (EWARS) yang selama ini menjadi standar pemantauan penyakit menular.
“Kalau kewaspadaan, kita tetap selalu siap dengan SKDR. Sampai sekarang belum ada notifikasi khusus dari kementerian soal virus Nipah, tapi sistem kita selalu siap,” katanya saat dihubungi di Batam, Rabu.
Baca juga: Kemendagri dorong Batam siapkan penampungan sementara bagi pengungsi
Sebagai informasi, virus Nipah sedang aktif dilaporkan di Benggala Barat, India. Sebagai salah satu gerbang barat Indonesia yang menerima sekitar 3.000 wisatawan asal India setiap bulannya, Batam patut mengantisipasi dengan baik.
Didi menjelaskan, penguatan kewaspadaan dilakukan melalui pemantauan informasi resmi dari Kemenkes dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peningkatan kewaspadaan klinis di fasilitas pelayanan kesehatan, serta kesiapan sistem rujukan dan pencegahan infeksi apabila ditemukan pasien suspek.
Didi memastikan fasilitas kesehatan di Batam, khususnya rumah sakit rujukan, siap menangani kemungkinan kasus. Kesiapan tersebut didukung ketersediaan ruang isolasi yang sebelumnya digunakan saat pandemi COVID-19.
“Rumah sakit di Batam siap jika ada kasus, karena ruang isolasi standar COVID masih tersedia,” ujarnya.
Baca juga: Polres Lingga gelar pelatihan penjamah makanan bagi relawan SPPG optimalkan MBG
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada terhadap penyakit zoonosis tersebut.
Warga diminta mengikuti informasi resmi dari Dinkes maupun Kemenkes serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk mengurangi risiko penularan dengan menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan sakit, menjaga kebersihan diri, serta memastikan makanan dan buah dikonsumsi dalam kondisi bersih dan matang.
“Perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi kunci, seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker saat sedang sakit,” kata dia.
Ia menegaskan, jika masyarakat memiliki gejala seperti demam, gangguan pernapasan, atau penurunan kesadaran, agar segera memeriksa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga:
Polisi tangkap kompolotan hipnotis tipu korban Rp190 juta di Batam
BMKG prakirakan cuaca Kepri hari ini cerah berawan