Batam (Antara Kepri) - Konektivitas menjadi hambatan utama pengembangan pariwisata bahari di Provinsi Kepulauan Riau, kata Gubernur Kepri Muhammad Sani di Batam, Selasa.

Gubernur mengatakan ratusan pulau di Kepri masih sulit dijangkau karena keterbatasan pelayaran dan penerbangan.

"Padahal potensi wisata bahari di provinsi yang berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand itu menawarkan keindahan pulau, pantai dan bawah laut yang indah,"ujarnya.

Kabupaten Lingga contohnya, kata Gubernur, akses menuju kabupaten yang berbatasan dengan Jambi itu masih sulit dan terbatas, baru bisa melalui pelayaran selama empat hingga lima jam dari Tanjungpinang atau Batam.

Lingga memiliki pulau-pulau berpasir putih yang cantik. Lautnya juga menyimpan banyak ikan yang kerap dijadikan arena wisata memancing. Selain itu, sejarah Lingga sebagai pusat Kerajaan Melayu Lingga yang menghubungkan Kepri dengan Singapura dan Johor Malaysia.

"Seharusnya sejarah Lingga bisa dijadikan potensi wisata," kata Gubernur menambahkan.

Hal yang sama juga terjadi pada pengembangan wisata di Kabupaten Kepulauan Anambas yang memiliki banyak pulau-pulau berbatu putih. Kabupaten yang baru terbentuk itu juga menyimpan kekayaan bawah laut yang bisa menandingi Raja Ampat.

"Anambas itu cantik sekali, sayang belum ada penerbangan rutin ke sana," kata Gubernur.

Saat ini, penerbangan ke Anambas masih menumpang di pelabuhan milik perusahaan minyak dan gas bumi Conoco Phillips, sehingga penerbangannya masih terbatas.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kata Gubernur, terus berupaya memperbaiki konektivitas antarwilayah, untuk membuka peluang wisata sekaligus keterisoliran warga.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Junaidi mengatakan akses ke daerahnya masih sulit. Namun, pemerintah daerah berupaya memperbaiki. Salah satunya dengan pembangunan Pelabuhan Benaan.

"Sayang, Pelabuhan Benaan lokasinya jauh dari potensi Pulau Berlaha, yang memiliki daya tarik pasir putih. Sekarang, wisatawan sudah banyak yang ke Pulau berhala, namun masuknya melalui Jambi," kata dia.

Di tempat yang sama, pengurus Asita Kepri, Febri, mengatakan banyak wisatawan asal Singapura yang menanyakan paket wisata ke Lingga. Namun, pihaknya masih belum memenuhi permintaan itu.

"Kami belum bisa memenuhinya, karena infrastrukturnya masih belum memadai," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto