Batam (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menggelar pesantren kilat bagi warga binaan dalam rangka mengisi kegiatan positif dan menambah ilmu di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Batam Surya Kusuma mengatakan pesantren kilat ini merupakan program perdana yang digelar di Rutan Batam.

“Pesantren kilat ini baru pertama kali kami adakan dan akan berlangsung selama 10 hari, dari hari ini hingga 12 Maret 2026. Arahan dari Kepala Rutan dan pimpinan di Tanjungpinang maupun Jakarta agar bulan Ramadan diisi dengan kegiatan yang menambah ilmu agama dan membuat warga binaan tetap berkegiatan,” ujarnya di Batam, Senin.

Dalam kegiatan tersebut, Surya mengatakan warga binaan mendapatkan pembelajaran ilmu keagamaan seperti tajwid, hafalan Al-Qur’an, serta ceramah agama.

“Kita juga menggelar berbagai perlombaan yang diikuti perwakilan setiap kamar, seperti lomba dai, lomba azan, dan lomba hafalan surat pendek,” katanya.

Untuk pelaksanaan kegiatan, Rutan Batam bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam serta Persatuan Mubaligh Batam.

“Untuk ceramah dan materi keagamaan diisi oleh Kemenag Kota Batam. Penjurian juga bekerja sama dengan mereka,” kata Surya.

Ia menambahkan, antusiasme warga binaan cukup tinggi karena kegiatan ini menjadi pengalaman baru.

Baca juga: BC Batam gagalkan penyelundupan narkotika dan vape etomidate di pelabuhan Batam Center

Selain menambah ilmu agama, menurutnya perlombaan juga memicu semangat kebersamaan dan kompetisi positif di antara penghuni kamar.

“Nanti juga akan ada hadiah bagi juara satu hingga tiga. Kami berikan kebutuhan sehari-hari seperti kopi, gula, teh, mi instan, untuk dimanfaatkan bersama di kamar," katanya.

Surya menjelaskan, keikutsertaan dalam kegiatan pembinaan ini juga menjadi salah satu catatan penilaian perilaku warga binaan.

“Perilaku baik dan keaktifan dalam kegiatan pembinaan seperti ini menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan hak remisi dan integrasi,” katanya.

Sementara itu, Surya juga mengatakan bagi warga binaan non-muslim, kegiatan pembinaan tetap berjalan seperti biasa sesuai jadwal ibadah di

Warga binaan yang mengikuti lomba adzan Ahmad Dhani, mengaku termotivasi untuk menambah ilmu selama menjalani masa tahanan.

“Saya ingin menambah ilmu dan mengembangkan kemampuan. Daripada dipendam terus di kamar, lebih baik dikembangkan,” ujarnya.


Baca juga:

Disnaker Batam siapkan posko pengaduan THR di tiga lokasi


SPPG Batam sebut pembangunan 13 dapur MBG di wilayah 3T telah rampung