Natuna (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Polda Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter kepada masyarakat Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, yang terdampak musim kemarau.

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie dikonfirmasi dari Tanjungpinang, Rabu, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sejak Rabu pagi hingga siang hari. “Bantuan ini menyasar warga di wilayah Kampung Tengah, Semitan,” ucap dia.

Ia menjelaskan distribusi air bersih dilakukan langsung oleh personel Polres Natuna dengan didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur. Selain menyalurkan bantuan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sejumlah personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Bripka Remon Kurniawan, Briptu Wabihandika Pratama, Briptu Romanto Jabidi, Bripda Cholid Fahwa Zenta, Bripda Ricad, serta personel Satsamapta Polres Natuna.

Baca juga: Kunjungan wisman Kepri selama Februari 2026 meningkat dipicu libur Imlek

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Natuna terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau, sekaligus untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna Raja Darmika mengatakan banyaknya Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Maret 2026 tidak hanya menyebabkan kekeringan, tetapi juga meningkatkan potensi karhutla.

BPBD mencatat dalam beberapa hari terakhir sekitar 400 hektare hutan dan lahan di Natuna terbakar. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna meminta bantuan pemerintah pusat karena keterbatasan sarana dan prasarana penanganan bencana di daerah tersebut.

“Luas karhutla hingga saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 400 hektare,” ucapnya.

Baca juga: Pemkab Natuna padamkan kebakaran hutan dan lahan pakai metode bom air