Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau (Kepri) Sinar Danandjaya menyebutkan risiko keuangan terus meningkat seiring kemudahan masyarakat mengakses pinjaman daring atau pindar (pinjaman online/ pinjol)

Menurut Sinar, kondisi ini ditandai dengan jumlah pengaduan yang masuk ke OJK Kepri periode Januari-Maret 2026 didominasi masalah pinjaman daring/online.

"Pengaduan terkait pinjaman daring menduduki peringkat pertama, sebanyak 182 pengaduan," kata Sinar di Tanjungpinang, Selasa.

Baca juga: BMKG: Tanjungpinang dan Bintan waspada potensi hujan petir

Sedangkan pengaduan terbanyak berikutnya adalah layanan bank umum 125 pengaduan, dan perusahaan pembiayaan 79 pengaduan.

Jenis pengaduan yang masuk tersebut mayoritas meminta restrukturisasi dan relaksasi pembayaran angsuran pinjaman sebanyak 83 pengaduan, lalu perilaku petugas penagihan 75 pengaduan, dan sistem layanan informasi keuangan (SLIK) 68 pengaduan.

"Misalnya, ada warga merasa tidak meminjam uang secara daring, tapi namanya tercatat di SLIK," ujar Sinar.

Selain itu, OJK juga mencatat outstanding pinjaman daring di Kepri menunjukkan tren peningkatan sebesar 45,86 persen (years on years), yaitu dari Rp9,08 triliun (Desember 2024) menjadi Rp13,24 triliun (Desember 2025).

Sementara secara nasional, pinjaman daring per Maret 2026 meningkat sebesar 26,25 persen (year on year), dengan pembiayaan sebesar Rp101 triliun, dan risiko kredit bermasalah rata-rata 4,52 persen.

Baca juga: Pemkab Natuna cicil utang ke pihak ketiga

"Hal ini menunjukkan akses keuangan untuk masyarakat Kepri semakin terbuka. Namun tetap harus hati-hati, jangan sampai teknologi semakin canggih, kondisi keuangan justru semakin rentan," ujarnya.

Sinar menambahkan OJK Kepri terus memperkuat literasi keuangan digital agar masyarakat semakin paham dan pihak memanfaatkan akses pinjaman daring.

Baru-baru ini, kata dia, OJK berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (DPK) Provinsi Kepri menggelar talkshow kepada pustakawan dan budayawan terkait pengelolaan keuangan.

OJK pun telah membuat sistem Learning Management System (LMS) yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis tentang bagaimana perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik.

"Kami menekankan masyarakat harus bijak melakukan pinjaman daring sesuai kemampuan, dan memanfaatkannya untuk hal-hal produktif," demikian Sinar.

Baca juga:
Pemkot Batam siapkan tiga lokasi shalat Hari Raya Idul Adha

Lima KKMP di Batam rampung dibangun