Batam (Antara Kepri) - Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KDM) mengajak seluruh warga Batam dan Tanjungpinang menyumbang untuk rakyat Mesir yang saat ini masih kesulitan hidup akibat krisis politik nasionalnya melaluio Konser Kemanusiaan.
"Komnas KDM mengadakan konser amal menghadirkan Opik dan Sulis dalam Konser Kemanusiaan untuk warga Mesir di dua kota di Kepri, Tanjungpinang dan Batam," kata Ketua Komnas KDM Kepulauan Riau Bakhtiar di Batam.
Konser yang akan digelar di Sporthall Tumenggung Batam pada Sabtu (12/10) dan di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (13/10) itu ditargetkan mampu mengumpulkan dana Rp1 miliar untuk disumbangkan.
Selain sumbangan langsung dari warga, panitia juga melakukan lelang beberapa barang pribadi dari pengisi acara Opik untuk disumbangkan ke Mesir.
"Hasil sumbangan yang terkumpul akan langsung dibawa ke Jakarta untuk disalurkan ke Mesir," kata dia.
Ia optimistis mampu mengumpulkan dana lebih dari Rp1 miliar, karena kepedulian warga Batam relatif tinggi pada rakyat Mesir.
Berdasarkan hasil pengumpulan dana teatrikal yang dilaksanakan secara sederhana sebelumnya terkumpul Rp25 juta.
Panitia menargekan 5.000 warga Batam dapat hadir di Konser Kemanusiaan itu. Panitia juga mengundang pejabat pemerintah, Badan Pengusahaan Batam, pengusaha dan calon anggota legislatif.
"Kami harap dana yang terkumpul juga besar, karena mengundang caleg dan pengusaha," kata dia.
Humas Komnas KDM Prijanto mengatakan sudah seharusnya rakyat Indonesia membatu rakyat Mesir dalam konflik berkepanjangan, karena Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
"Dari tinjauan demokrasi, ini bencana. Karena Presiden terpilih secara demokratis, namun dirusak oleh kudeta. Jangan sampai pelajaran buruk ini terulang di negara lain," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Komnas KDM Ajak Warga Batam Sumbang Mesir
Rabu, 9 Oktober 2013 15:04 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komnas HAM minta kasus penembakan AKP Riyanto di Sumbar diusut tuntas
23 November 2024 17:27 WIB, 2024
Komnas Perempuan minta polisi tak ragu proses perampasan hak asuh anak
28 September 2024 17:52 WIB, 2024
Kuasa hukum Staf Sekjen PDI Perjuangan minta Komnas HAM panggil Kapolri
12 June 2024 19:11 WIB, 2024
Komnas Perempuan: Kasus menantu dibunuh mertua di Jatim tergolong femisida
03 November 2023 16:53 WIB, 2023
Komnas HAM lakukan investigasi di sekolah terdampak kericuhan Rempang
16 September 2023 14:27 WIB, 2023