Batam (Antara Kepri) - Ribuan pemilik kavling siap bangun (KSB) di Kota Batam mulai melakukan pembangunan setelah Badan Pengusahaan (BP) Batam mengancam akan menarik jika tidak segera dibangun.
       
"Setelah dilakukan pendataan dan peringatan untuk melakukan pembangunan, banyak kavling yang tadinya tidak diurus dan terbengkalai mulai dibangun pemiliknya," kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Kamis.
       
BP Batam pada akhir 2012 hingga pertengahan 2013 melakukan pendataan sekitar 45.000 kavling siap bangun yang sudah dialokasikan pada masyarakat dengan ukuran masing-masing 6x10 meter. Dari angka tersebut awalnya hampir sebanyak empat ribu tidak melakukan pembangunan.
       
Persebarannya terdiri dari, sebanyak 15 ribu unit terletak di Batuaji, 15 ribu di Sei Beduk, dan selebihnya, tersebar di beberapa kecamatan lainnya di Batam.
       
"Kami menganggap yang tidak membangun tidak membutuhkan lahan itu. Maka akan ditarik dan dialokasikan pada pihak lain yanag membutuhkannya," kata dia.
       
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho sebelumnya mengatakan tidak ada lagi alokasi untuk KSB.
       
"Mulai saat ini fokus pada pembangunan rumah susun (rusun), karena lahan di Batam sudah sangat terbatas," kata dia.
       
Bila dibanding kavling, kata Djoko, pembangunan rusun tidak terlalu memerlukan banyak lahan. Ini lebih efektif dan tidak menghabiskan lahan di Batam yang sebagian besar diperuntukkan bagi pembangunan industri.
       
"Lahan untuk permukiman sangat terbatas, jadi akan lebih baik jika didirikan rusun dengan harga sewa yang terjangkau," kata dia.
       
BP Batam, kata dia, saat ini fokus membangun rumah susun sederhana sewa bagi pekerja di Kawasan Industri Kabil, Tanjunguncang dan Mukakuning.
       
"Tiga wilayah tersebut merupakan pusat perkembangan industri Batam, jadi kami akan fokus membangun rumah susun sebagai hunian yang nyaman bagi pekerja di sana," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi