Ketua Fraksi PAN Bantah Walk Out Paripurna
Selasa, 26 November 2013 21:58 WIB
Partai Amanat Nasional (antaranews.com)
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Provinsi Kepulauan Riau Yudi Carsana membantah "walk out" dari Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepahaman Proyek Lanjutan Pembangunan Jembatan I Pulau Dompak Tanjungpinang, dan Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri.
"Saya sudah angkat tangan dua kali, tetapi tidak dihiraukan oleh pimpinan sidang. Ya, saya langsung keluar saja dari ruangan," kata Yudi saat keluar dari ruangan rapat paripurna DPRD Kepulauan Riau, di Tanjungpinang, Selasa.
Ia mengaku terpaksa keluar ruangan rapat karena harus menjemput anaknya pulang sekolah. Namun, katanya, terserah pimpinan rapat jika tidak menerima hal itu.
Anggota DPRD Kepri yang "walk out" adalah Surya Makmur Nasution dan Onward Siahaan.
"Saya keluar ruangan bukan sebagai bentuk protes terhadap penandatanganan nota kesepahaman tersebut, melainkan benar-benar ada keperluan yang mendesak," ujarnya.
Yudi mengaku fraksinya belum memberikan respons terhadap penandatanganan nota kesepahaman antara pihak eksekutif dan legislatif terhadap proyek tahun jamak pembangunan lanjutan lantai 5-8 Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Jalan WR Supratman dan pembangunan lanjutan jembatan I Pulau Dompak.
"Kami belum menyatakan setuju atau tidak. Tetapi dalam proses pembahasan hal itu sudah disetujui Badan Anggaran DPRD Kepri," ungkapnya.
Menurut dia, dalam proses pembahasan proyek yang mulai dilaksanakan tahun 2014 itu terdapat kejanggalan. Contohnya, proyek lanjutan RSUP Kepri diusulkan oleh Komisi IV DPRD Kepri.
"Apakah komisi memiliki wewenang untuk mengusulkan proyek? Tugas komisi itu membahas anggaran, bukan mengusulkan proyek senilai Rp96 miliar tersebut," ujarnya.
Contoh lainnya yang membuat Yudi kesal adalah saat pembahasan tentang kelanjutan proyek jembatan I Pulau Dompak sekitar Rp400 miliar. Beberapa anggota DPRD Kepri menyatakan menolak proyek itu dilanjutkan.
"Tetapi pada saat pembahasan terakhir, mereka malah setuju. Yang mau dipegang sikap mereka yang mana? tanyanya kesal.(Antara)
Editor: Dedi
"Saya sudah angkat tangan dua kali, tetapi tidak dihiraukan oleh pimpinan sidang. Ya, saya langsung keluar saja dari ruangan," kata Yudi saat keluar dari ruangan rapat paripurna DPRD Kepulauan Riau, di Tanjungpinang, Selasa.
Ia mengaku terpaksa keluar ruangan rapat karena harus menjemput anaknya pulang sekolah. Namun, katanya, terserah pimpinan rapat jika tidak menerima hal itu.
Anggota DPRD Kepri yang "walk out" adalah Surya Makmur Nasution dan Onward Siahaan.
"Saya keluar ruangan bukan sebagai bentuk protes terhadap penandatanganan nota kesepahaman tersebut, melainkan benar-benar ada keperluan yang mendesak," ujarnya.
Yudi mengaku fraksinya belum memberikan respons terhadap penandatanganan nota kesepahaman antara pihak eksekutif dan legislatif terhadap proyek tahun jamak pembangunan lanjutan lantai 5-8 Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Jalan WR Supratman dan pembangunan lanjutan jembatan I Pulau Dompak.
"Kami belum menyatakan setuju atau tidak. Tetapi dalam proses pembahasan hal itu sudah disetujui Badan Anggaran DPRD Kepri," ungkapnya.
Menurut dia, dalam proses pembahasan proyek yang mulai dilaksanakan tahun 2014 itu terdapat kejanggalan. Contohnya, proyek lanjutan RSUP Kepri diusulkan oleh Komisi IV DPRD Kepri.
"Apakah komisi memiliki wewenang untuk mengusulkan proyek? Tugas komisi itu membahas anggaran, bukan mengusulkan proyek senilai Rp96 miliar tersebut," ujarnya.
Contoh lainnya yang membuat Yudi kesal adalah saat pembahasan tentang kelanjutan proyek jembatan I Pulau Dompak sekitar Rp400 miliar. Beberapa anggota DPRD Kepri menyatakan menolak proyek itu dilanjutkan.
"Tetapi pada saat pembahasan terakhir, mereka malah setuju. Yang mau dipegang sikap mereka yang mana? tanyanya kesal.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua DPR Puan sebut seluruh fraksi parpol di DPR akan berkumpul sikapi putusan MK
01 July 2025 16:08 WIB
Kasus Ronald Tannur, keluarga Dini minta hakim yang dipecat KY tidak diberi hak pensiun
28 August 2024 6:59 WIB, 2024
TKN Prabowo-Gibran respons Fraksi PDIP yang minta Gibran mundur dari wali kota
20 January 2024 12:45 WIB, 2024
DPP Gerindra pecat kadernya sebagai anggota Fraksi DPRD Tanjungpinang
17 November 2021 17:00 WIB, 2021
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
China terbuka untuk dialog kembali dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan
11 February 2026 11:16 WIB