Natuna (Antara Kepri) - Sebanyak 48.386 Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)  yang sudah di lakukan perekaman terhadap masyarakat Natuna, 10.445 di antaranya belum diterima oleh warga karena masih menunggu pendistribusian dari pemerintah pusat.

"Penyaluran e-KTP di Kabupaten Natuna memang belum seluruhnya dibagikan ke warga, karena masih menunggu kiriman dari pemerintah pusat. Sementara yang sudah disalurkan kepada warga adalah 37,941 lembar. Dari 48,386 ribu orang yang sudah melakukan perekaman e-KTP," ungkap Kabid Pendataan Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Natuna, Trisulo Varianto, di Ranai, Senin.

Trisulo mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) terkait belum semua e-KTP di bagikan kepada warga di Kabupaten Natuna, namun sampai kini masih belum ada jawaban.

"Kita sudah pertanyakan masalah banyaknya kekurangan e KTP di wilayah ini kepada kementrian terkait, namun sampai kini belum juga ada tanggapan. Ia mengakui, pihaknya masih menunggu datangnya e-KTP dari sisa yang belum tersalurkan kepada masyarakat," jelasnya.

Ia menjelaskan, meski terdapat lebih dari sepuluh ribu warga yang belum mendapat fisik e-KTP, angka itu terhitung masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan daerah lain, karena dari 48,386 jiwa warga yang sudah mengikuti perekaman, hanya 10. 445 saja yang belum menerima.

"Semoga proses pencetakan oleh kemendagri bisa cepat selesai, apalagi ini sudah memasuki tahun 2014. Kalau dilihat dari data yang sudah disalurkan, daerah Natuna masih tergolong rendah, bila dibandingkan dengan daerah lain," jelasnya.

Trisulo menambahkan, berdasarkan hasil rapat kerja dengan Kemendagri baru-baru ini di Jakarta, mekanisme percetakan e-KTP pada tahun 2014 akan dilakukan pada masing-masing Kabupaten/Kota.

"Berdasarkan hasil rapat dengan kementrian dalam negri beberapa waktu lalu, disepakati bahwa perekaman e-KTP pada tahun 2014 akan dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten atau kota. Dan proses cetaknya juga dilaksanakan oleh masing-masing Disdukcapil daerah tersebut," pungkasnya. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir